Lawan Plt Bupati, Didik Belum Bisa Jawab | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 487 , Vandri, ira

SEKDA Kabupaten Malang Didik Budi Muljono ekstra hati-hati dan berusaha menjaga tensi politik setelah ambil formulir pendaftaran calon Bupati Malang. Dihubungi Malang Post, Didik beralasan pertanyaan tentang kesiapannya berkompetisi dengan Sanusi tak bisa dijawab sekarang. “Saya tidak enak. Lihat saja nanti,” katanya diplomatis.
Selama ini Didik mengaku tetap berkomunikasi dengan Sanusi. Terutama berkoordinasi urusan pekerjaan. Mereka tak pernah membicarakan tentang politik. Ia pastikan loyal menjalankan tugas yang diberikan Plt Bupati Sanusi.
“Kami koordinasi waktu pembukaan Expo Kabupaten Malang tahun 2019. Memang tidak melihat stand bersama-sama, itu jangan diartikan tidak akur lho. Hubungan saya sama Pak Sanusi baik, silahturahmi dan komunikasi juga berjalan. Kalau tadi malam (Jumat malam) saya tidak hadir di (FKKS) Tumpang karena memang yang diundang terbatas,” paparnya.
Mantan Inspektur Pemkab Malang ini mengaku tak melihat Sanusi mulai bangun kekuatan politik di internal pemkab. Dia juga tidak  merasakan Sanusi mulai pencitraan atau curi start. “Kalau sekarang Pak Sanusi banyak agenda, itu bagian dari program kerja. Karena sebagai kepala pemerintahan, Pak Sanusi harus mensukseskan program RPJMD, sesuai visi misi yang diusung Madep Mantep Manetep,” jelasnya.
Didik mengklarifikasi soal mutasi bermasalah beberapa waktu lalu. Ia menegaskan persoalan itu tak ada kaitannya dengan Pilkada. Mutasi bermasalah, lanjut dia, semata karena ada perubahan regulasi.
“Saat itu untuk Plt kepala daerah yang melakukan mutasi wajib disertai surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri, dengan salah satu syaratnya adalah rekomendasi KASN. Ini tidak hanya di Kabupaten Malang, tapi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, semuanya sudah selesai. Pejabat yang dimutasi juga sudah menempati jabatan barunya,” bebernya.  
Begitu juga dengan banner atau iklan layanan masyarakat Pemkab Malang yang memuat fotonya dan Sanusi. Menurut Didik, karena kepala pemerintahan ada tiga. Yakni bupati, wakil bupati dan sekda sebagai pejabat administrator tertinggi di pemkab.  
Ia memiliki penilaian tersendiri soal Sanusi. “Dia adalah sosok pimpinan profesional, santun, mengerti anak buah. Pak Sanusi sosok pimpinan yang kerap meminta masukkan dari orang lain. Ya begitulah, beliau adalah orang baik yang pasti,” pungkasnya. (ira/van)



Loading...