Malang Post - Lawan Corona, Kota Malang Gelontor Rp 37,31 M

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Lawan Corona, Kota Malang Gelontor Rp 37,31 M

Kamis, 26 Mar 2020

MALANG-Pemkot Malang menambah anggaran besar-besaran untuk memerangi Covid-19. Terbaru, jumlah anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 37,31 miliar terhitung sejak Kamis (26/3) kemarin. (baca grafis, red) 
Jumlah alokasi anggaran itu jauh lebih besar dari Kabupaten Malang dan Kota Batu dalam menangani virus Corona. Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, Pemkab Malang sediakan anggaran Rp 15 M dan Pemkot Batu alokasikan anggaran Rp 7 M untuk penanganan virus asal Wuhan, China itu. Sedangkan Pemkot Malang semula sediakan dana Rp 2,55 M. 
Penambahan anggaran penanganan virus Corona diungkapkan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, Kamis (26/3) kemarin. Dijelaskannya penambahan dana dikarenakan adanya pasien positif Covid-19 di Kota Malang pada Rabu (25/3) lalu. Maka Pemkot Malang segera mengambil langkah antisipasi dan penanganan dengan penambahan anggaran. 
Sutiaji mengatakan pihaknya telah rumuskan beberapa langkah antisipasi dan intervensi akan dampak-dampak yang mungkin terjadi. Ia juga sudah menginstruksikan Sekda Kota Malang Wasto untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan.
“Terutama pemangkasan untuk perjalanan dinas agar dipergunakan dalam penanganan Covid-19 khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung,” papar Sutiaji dalam rilis resminya, Kamis (26/3) kemarin.
Untuk itu lanjut Sutiaji, semua telah terproyeksi dalam total anggaran sekitar Rp 37, 31 M. Di dalamnya sudah termasuk alokasi Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 2,15 M. 
Sekda Kota Malang Drs Wasto menambahkan, anggaran penanganan Covid-19 sudah termasuk dana bantuan sosial. Ini diperuntukkan bagi warga kota yang terdampak, seperti PKL, penyandang disabilitas utamanya tuna netra yang selama ini berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin. 
Selain hal itu, penambahan anggaran juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19  yang berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.
"RSUD akan kita siapkan untuk jadi rumah sakit rujukan, selain empat yang sudah ditetapkan yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 M,” jelas Wasto.
Ditambahkan, postur anggaran penanganan Covid-19 rinciannya adalah Rp 2,15 M dari dana Belanja Tidak Terduga.  Kedua diambil dari anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) sebesar Rp 9, 9 M dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang laboratorium kesehatan, pengadaan unit SiCo (Sikat Corona) dan bahan disinfektan.
Selain itu tambahan Rp 10,26 M untuk dana bantuan sosial bersumber dari penggeseran anggaran di APBD 2020 untuk bantuan sosial warga. Jika ditotal keselurahan, termasuk Rp 15 M untuk mempersiapkan RSUD Kota Malang menjadi rujukan penanganan Covid-19 maka total Rp 37,31 M. 
"Kita tidak tahu sampai kapan badai ini berlalu semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan-kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi,” tegas Wasto. 
Alokasi anggaran penanganan Corona merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) 
pembahasan dan perumusan anggaran serta rujukan kegiatan yang diikuti sejumlah pihak.  menghadirkan Sekda Kota Malang Wasto dengan berbagai kalangan. Di antaranya Ketua DPRD Made Riandiana Kartika, pihak Kejari Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Rapat tersebut dilakukan secara marathon, pada rapat awal pada Selasa (24/3) dan berlanjut Kamis (26/3) di ruang sidang Balai Kota Malang. Usai rakor penyusunan anggaran akan disusun resmi agar bisa digunakan secepatnya dalam minggu ini. (ica/van)

Editor : vandri
Penulis : sisca

  Berita Lainnya





Loading...