Lathifah Shohib, Lanjutkan Program Beasiswa dan Sarana Pendidikan | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 408 , vandri, mp

MALANG - Dra Hj Lathifah Shohib kembali dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan (dapil) Malang Raya, kemarin. Dipercaya sebagai wakil rakyat  untuk periode kedua dengan perolehan suara terbesar nomor dua di antara delapan anggota DPR RI dapil Malang raya, Lathifah meneruskan sederet program prioritas.
Program pemberian beasiswa juga masih tetap diperhatikan. “Saya tetap melanjutkan program-program untuk warga Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu di periode kedua ini. Terima kasih kepercayaan yang diberikan kepada saya, mari kita terus bersinergi untuk Malang Raya,” jelas Lathifah.
Politisi PKB ini lalu merinci sejumlah program prioritas yang akan diperjuangkannya di DPR RI. Di antaranya memperjuangkan sarana dan prasarana sekolah, terutama lembaga pendidikan swasta.  “Selain itu memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik khususnya terkait impassing guru yang belum kelar,” katanya.     
Lathifah juga mensuport konsep wisata terpadu kuliner dan seni di Kecamatan Pujon serta Poncokusumo. “Karena ini berkaitan dengan paket wisata Bromo sebagai kawasan BTS. Harapannya tentu akan menarik wisatawan mancanegara,” urai mantan guru ini.
Ia juga memberi dukungan percepatan pembangunan KEK Singosari yang baru saja mendapat keppres. Lathifah berharap, dengan diwujudkannya KEK maka kawasan Singosari mengalami percepatan pembangunan.
“Jika kawasannya bertumbuh, tentu pertumbuhan ekonomi warga semakin lebih baik. Ini muaranya,” tandasnya.
 Selepas pelantikan kemarin, ia ketemu dengan salah satu komisaris Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC). “Agar setelah Keppres tentang KEK keluar segera fokus realisasi KEK Singosari," ucap Lathifah Shohib.
Lathifah juga masih tetap fokus memperjuangkan beasiswa Bidikmisi dan PPA bagi mahasiswa  seperti yang dilakukan selama ini. Untuk diketahui, setiap tahun minimal 200 mahasiswa dari keluarga miskin yang mendapat beasiswa dari Lathifah dengan berbagai perguruan tinggi. Seperti, UM, UB, Polinema, Unira Malang, Unisma maupun Unmer.
Sedangkan bidang digitalisasi industri kreatif yang berbasis UMKM juga tetap jadi prioritas. Ini karena menurut Lathifah, UMKM merupakan salah satu pilar penopang ekonomi bangsa. Jika ditunjang dengan digitalisasi, ia optimis UMKM makin berkembang dan tidak ada monopoli industri kuliner (red/van)



Loading...