Langsung Dipecat, KPAI Segera Turun | Malang Post

Sabtu, 25 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 06 Des 2019,

Arist Merdeka Sirait 

MALANG - Kepala SMP Negeri 4 Kepanjen Suprianto, dikonfirmasi membenarkan. Ia mengatakan bahwa CH sudah dipecat. Termasuk menyerahkan kasusnya ke pihak kepolisian. "Tidak sampai 24 jam setelah mendapat laporan, yang bersangkutan langsung saya pecat," ujarnya.
Dikatakannya, dia mendapat laporan dari salah satu guru pada hari Jumat (29/11). Kemudian mengembangkan kasusnya dengan mengumpulkan siswa. Setelah memang ada, dirinya lantas melaporkan ke pimpinan untuk mengeluarkan SK pemecatan. "Kasusnya sekarang sudah kami serahkan ke pihak Kepolisian. Perkaranya sedang dalam proses penyelidikan," katanya.
Sementara, Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus pelecehan tersebut. Polisi sudah meminta keterangan beberapa saksi, termasuk mengumpulkan barang bukti. "Sudah kami terima laporannya dan sudah ditindaklanjuti. Sekarang ini, kami masih menyelidiki keberadaan pelakunya," tegas Tiksnarto.
Terpisah, Ketua Umum (Ketum) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, perbuatan pelecehan yang dilakukan oleh CH adalah kejahatan luar biasa. Sehingga tidak ada alasan penegak hukum untuk tidak segera menangkap dan menahan pelakunya.
"Bersesuaian dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 yang perlindungan anak, Jonto Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002, maka guru terduga pelaku seksual yang korbannya lebih dari 5 siswa, tidak ada alasan pihak kepolisian untuk menangkap dan menahan pelakunya," beber Sirait.
Bahkan berdasarkan Undang-Undang yang dijeratkan tersebut, CH harus dihukum maksimal yakni 20 tahun kurungan penjara. Kalau perlu juga ditambah hukuman kebiri lewat suntik kimia. "Penegak hukum atau Jaksa, harus bisa menuntut maksimal nantinya. Sehingga hakim bisa memberi putusan maksimal untuk keadilan bagi para korban. Alasannya, karena selain dilakukan seorang guru, juga dalam keadaan sadar bahwa korbannya adalah anak-anak," tegasnya.
Ditambahkan Sirait, bahwa yang dilakukan oleh CH adalah kejahatan luar biasa. Komnas Perlindungan Anak Indonesia, merekomendasi penegak hukum untuk memutus hukuman terhadap pelaku maksimal 20 tahun penjara. Selain itu, KPAI juga akan memantau terus kasus ini. Termasuk dalam waktu tiga hari ini, akan membentuk tim untuk turun ke Malang dan bertemu langsung dengan korbannya.(agp/lim)
 

Editor : halim
Penulis : agung






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...