Langsep Challenge Angkat Legenda Rakyat | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 291 , rosida, imam

MALANG - Penampilan para peserta story telling membuat penonton berdecak kagum. Talenta yang dimiliki peserta Langsep Challenge 2019 begitu istimewa. Tidak hanya jago bahasa Inggris, para peserta membawakan sebuah cerita dengan alur dan gayanya yang menawan dan ekspresif.
Ditambah dengan penampilan peserta dengan busana daerah semakin membuat mereka terlihat menjiwai cerita yang dibawakan. Sebab tema cerita yang dibawakan peserta tentang cerita legenda rakyat Indonesia. Seperti kisah Timun Emas, Malin Kundang, Bawang Merah Bawang Putih, dan lain sebagainya.  
Dalam lomba ini, Alexandra Tiffany Dewi peserta dari SMPK Maria Fatima Jember sukses meraih juara 1. Ia bersyukur penampilannya dinilai yang terbaik oleh para juri.
“Saya senang dan bersyukur pada Tuhan. Yang penting bagi mempersiapkan sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik saat tampil dalam lomba,” ujarnya.
Story Telling merupakan salah satu lomba yang digelar dalam Langsep Challenge 2019 di SMAK Santa Maria. Lomba ini sebagai pengganti dari lomba debat Bahasa Inggris, di LC tahun sebelumnya.
"Setelah kami pertimbangkan Story Telling lebih cocok untuk siswa SMP, dibandingkan lomba debat," ujar Koordinator Story Telling Theresia Hayuning Wilujeng, S.Pd kepada Malang Post.
Ia mengatakan, kriteria penilaian lomba meliputi penguasaan peserta terhadap materi, penguatan karakter dalam cerita, intonasi, manajemen waktu, kostum dan properti yang digunakan. Waktu yang diberikan untuk peserta di babak penyisihan selama tujuh menit.
"Jadi selain penguasaan materi, mereka harus pandai mengatur waktunya dengan baik. Agar seluruh isi cerita dapat tersampaikan," ujarnya.
Ajeng, sapaan akrabnya menuturkan, sebagai lomba yang baru pertama digelar Story Telling dalam Langsep Challenge, langsung mendapat tempat di hati peserta. Tercatat ada 30 peserta yang ikut meramaikan perlombaan ini. Mereka dari berbagai SMP di Jawa Timur.
"Yang minat ternyata banyak," katanya.
Dapat menjaring potensi anak didik yang berbakat dalam story telling. Karena di SMAK Santa Maria sendiri bidang tersebut menjadi unggulan. "Seringkali siswa kami mendapat juara satu dalam lomba story telling. Yang terakhir mendapat medali emas untuk tingkat Jawa Timur dan Bali," ungkapnya.
Ada banyak manfaat yang bisa dipelajari siswa dalam story telling. Selain ujarnya untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris juga melatih siswa percaya diri. Selain itu dengan mengangkat cerita legenda rakyat maka siswa semakin cinta akan budaya Nusantara.
Ajeng mengungkapkan di babak penyisihan peserta diberikan waktu tujuh menit. Dari 30 peserta hanya diambil 10 peserta terbaik yang masuk babak final. Di babak final mereka membawakan cerita yang temanya ditentukan oleh panitia.
"Dari sepuluh tema kita undi, dan mereka diberikan waktu delapan menit untuk menceritakannya," tutur dia. (imm/oci)



Loading...