MalangPost - LACZ Terbit Di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


LACZ Terbit Di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 2499 Kali

MALANG - Sebuah novel berjudul “Lockdown: Asa, Cinta & Zahira” akan segera terbit. Novel tersebut membawa energi positif di tengah pandemi Covid-19. Aji Surya dan Ahmad Mina, dua penulis novel tersebut  meyakini betul sebuah pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Pandemi Covid-19 yang banyak membawa perubahan signifikan di segala sektor tak membuat keduanya gentar untuk berkarya.


Dalam kondisi pandemi masih ada alternatif untuk dapat mempublikasikan karya. Seperti yang mereka lakukan, memajang novelnya dalam bentuk ebook di Google Play. “Tentu kami berpikir, banyak cara untuk tetap menerbitkan buku. Meskipun masa pandemi di zaman yang serba maju ini, apapun bisa dilakukan,” ucap Aji.


Kedua penulis novel yang disingkat LACZ tersebut menjelaskan novel tersebut memuat banyak inspirasi melalui cerita sekelompok manusia di dalamnya. Individu-individu yang terus bekerja keras dan memutar otak, menyesuaikan diri dengan keadaan demi tetap maju.
“Life kan must go on ya. Jadi mau tidak mau kita dituntut adaptif di berbagai situasi. Jangan sampai langkah terhenti,” tambah Aji yang juga seorang diplomat yang sudah mencicipi hidup di banyak negara ini.


Seorang novelis terkemuka, Ahmad Fuadi, memberikan apresiasi atas capaian kedua penulis. Ia mengatakan, di saat sebagian orang yang kalut dengan Covid-19, Aji Surya dan Ahmad Mina malah sibuk menulis novel. Dan hebatnya, kata dia, naskah bisa diselesaikan dalam dua bulan. “Bagi mereka, isolasi menyuburkan imajinasi, karantina melahirkan karya. Lockdown tak membuat down, malah produktif. Nikmati hikayat inspiratif mereka di novel nekad ini,” katanya.


Sementara itu, Ahmad Mina mengklaim novel yang digarapnya merupakan novel pertama di dunia yang berlatar situasi Covid-19. Dirinya percaya hal itu karena sejauh pencariannya di berbagai situs jual beli buku online, belum satu pun ada novel yang isinya tentang kehidupan manusia di tengah pandemi. Kalau pun ada, masih dalam proses atau bahkan sedang tahap perencanaan.
“Kalau dalam bentuk buku memang ada yang lebih dulu dari kita. (Buku) itu tentang situasi pandemi di China kalau tidak keliru. Tetapi kalau novel, saya yakin punya kita inilah yang pertama,” ujar dia.


Kedua penulis sama-sama memiliki misi memberikan contoh bahwa meski sedang dalam kondisi tidak normal seperti pandemi, manusia harus tetap berpikir jernih dan menghasilkan karya.
Ahmad Mina mengaku senang luar biasa ketika mencapai tahap akhir penyelesaian novel. Mengingat LACZ tersebut akan dihibahkan seluruh royaltinya untuk penanggulangan Covid-19. Ia mengungkapkan setiap kata yang disusun di dalamnya, semua berdasarkan rasa cinta terhadap sesama. “Dan setiap proses yang dilalui betul-betul dapat kami nikmati,” kata dia.
LACZ akan dilaunching secara webinar pada 13 Juni mendatang. Rencananya acara launching tersebut akan hadir Penulis Best Seller Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi