Kurir Ganja 2 Kilogram Disergap di Jalan Raya | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 1635 , halim, fino

MALANG - BNN Kabupaten Malang menangkap tersangka kurir narkotika ganja bak film action Hollywood. Dalam joint operation 31 Agustus sampai 2 September, BNN Kabupaten Malang menyergap MS, 20, warga Desa Sonotengah Kecamatan Pakisaji Malang di antara lalu lintas Jalan Raya Kebonagung.
“Dari informasi yang didapatkan, kami melakukan pengintaian dan penyelidikan, bahwa ada paket narkotika yang akan masuk ke Malang Raya, satu paket di antaranya, dikirim ke Kabupaten Malang. Kami melakukan penyelidikan menggali petunjuk selama tiga hari,” ujar Letkol CPM Agus Musrichin, Kepala BNN Kabupaten Malang, Jumat siang.
Dalam rilis di kantor BNN Jalan Raya Pakisaji, Jatirejo, Pakisaji, Agus menyebut bahwa hasil penyelidikan mengarah kepada petunjuk bahwa barang tiba di kantor ekspedisi kawasan Malang. Petugas BNN, sekitar pukul 13.00, 2 September, mendapati ciri-ciri mobil dan pria pengendaranya sama dengan hasil penyelidikan.
Selama setengah jam, mobil tersangka dibuntuti. Hingga akhirnya, mobil pengangkut dua kilogram ganja itu tiba di Jalan Raya Kebonagung. “Petugas mendahului tersangka dan menyetop truk besar di depan mobil tersebut. Tersangka tahunya situasi jalan macet. Padahal, setelah itu, tim kami langsung melakukan penggerebekan di tengah jalan,” ujar Agus.
Tersangka yang berada di dalam mobil kaget bukan kepalang ketika didatangi petugas bersenjata lengkap laras panjang. Dia pun pasrah, ketika petugas BNN memintanya keluar dari mobil. Petugas melakukan penggeledahan di dalam mobil dan akhirnya menemukan ganja dua kilogram itu.
“Ganja kering ini disembunyikan di dalam celana jeans, dan dibungkus rapi untuk mengelabui petugas dan kantor ekspedisi. Modusnya adalah mengambil barang hasil pembelian pakaian online. Barang disamarkan seperti pengiriman pakaian online,” jelas perwira militer dengan dua melati emas di pundaknya itu.
Tersangka digelandang ke kantor BNN Kabupaten Malang, lengkap dengan barang bukti seperti dua kilogram ganja kering yang dibagi dalam dua paket, satu hape, satu kartu identitas dan 1 unit mobil. Dalam penyidikan, tersangka mengaku diminta mengambil ganja tersebut yang berasal dari Medan Sumatra Utara.
Penangkapan ini adalah bagian dari joint operation BNN Malang Raya, yang mengungkap 7 kilogram narkotika. Agus menyebut kasus ini masih dalam pengembangan. Karena penyidik meyakini tersangka tidak bekerja sendirian. Diduga kuat, setelah mengambil barang, narkotika ini akan dibagi menjadi beberapa paket.
Lalu, dibagikan ke beberapa pengedar untuk dijual lagi di wilayah Kabupaten Malang. “Soal itu masih dalam pengembangan. Tapi, tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun penjara,” tutup Agus.(fin/lim)



Sabtu, 14 Des 2019

Ngebet Ingin HP, Nekat Mencuri

Jumat, 13 Des 2019

Dua Residivis Curanmor Dibekuk

Loading...