Kuras Sumur, Tewas Hirup Gas Beracun | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 20 Nov 2019, dibaca : 273 , Halim, dtc

BLITAR - Maut kembali menjemput seorang penggali sumur di Blitar. Ini menjadi kecelakaan kerja ketiga yang menimpa para penggali sumur di Kabupaten Blitar dalam musim kemarau tahun ini. Kali ini korbannya Sumaji (55), warga Lingkungan Sumberwungu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Korban mengalami kecelakaan saat menguras sumur milik tetangganya, Kasemi (65).
Menurut keterangan saksi kepada polisi, pagi tadi korban datang ke rumah Kasemi bersama anak lelakinya, Susanto. Lalu korban turun ke dasar sumur sedalam 20 meter itu. Sedangkan anaknya menunggu di atas.
Mereka berdua kemudian mulai bekerja. Sumaji mengeruk lapisan lumpur bercampur pasir, lalu ditaruh ditimba atau ember. Susanto bagian mengereknya ke atas.
Namun aktivitas itu tak berlangsung lama. Sekitar 30 menit berselang, Susanto tak juga menerima timba yang terisi pasir bercampur lumpur dari bawah. Susanto mulai gelisah, dia berteriak memanggil nama bapaknya. Namun tak ada respons sama sekali. Karena semakin khawatir dengan kondisi bapaknya di bawah, Susanto meminta tolong warga sekitar untuk membantunya.
Ia kemudian turun ke dalam sumur dan mendapati tubuh bapaknya lemas. Tubuh korban berhasil diangkat ke atas dan langsung dibawa ke Puskesmas Nglegok. "Sayangnya nyawa korban tak tertolong ketika sampai di Puskesmas. Keluarga dan warga lalu melaporkan musibah ini ke kami," tutur Kapolsek Nglegok, AKP Lahuri, Selasa (19/11/2019).
Menerima laporan itu, polisi langsung datang ke lokasi untuk menyelidiki sebab kematian korban. Posisi sumur itu berada di dalam dapur sehingga tidak terkena sinar matahari. Kondisinya selalu ditutup karena telah terpasang pompa air.
"Hasil olah TKP tadi, kami menduga korban kehabisan oksigen dan menghirup gas beracun saat berada di dasar sumur yang kedalamannya mencapai 20 meter," imbuhnya.
Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak jasad Sumaji diautopsi. Dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai, keluarga menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun. Mereka lalu membawa jenazah untuk dimakamkan di TPU desa.
Seblumnya, pada Selasa (15/10), penggali sumur Suwandi (45) warga Kecamatan Gandusari juga tewas. Ia terjatuh saat berusaha keluar dari dalam sumur yang sedang dikurasnya. Kemudian pada Sabtu (16/11), Lamidin (50) warga Ngancar Kediri sempat pingsan selama enam jam. Pria ini terjebak dalam sumur mengandung gas yang sedang dikurasnya.(dtc/lim)



Jumat, 06 Des 2019

Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Jumat, 06 Des 2019

Guru BK Lecehkan 18 Siswa

Loading...