Kunjungi Wonokoyo, Emil Diteriaki Minta Air Warga Terdampak | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kunjungi Wonokoyo, Emil Diteriaki Minta Air Warga Terdampak

Minggu, 26 Jan 2020,

MALANG - Dua Pekan warga Kalisari Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang mengalami krisis air. Mereka mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih akibat pipa PDAM yang sering jebol. Meski sudah meminta bantuan mobil tangki air bersih, tapi tidak bisa setiap hari melayani.
“Pak Air pak, Air,” seru beberapa warga Kalisari Wonokoyo saat Wagub Jatim Emil Dardak datang meninjau ke wilayahnya bersama Wawali Sofyan Edi Jarwoko dan Dirut PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas.
Hal yang sama juga disampaikan Mardiah,  ibu warga Kalisari RT 06 RW 02 Kelurahan Wonokoyo saat dimintai keterangan Malang Post, Sabtu (25/1) . Ia menjelaskan, tidak pernah separah ini kondisi alliran air mati selama ia tinggal bertahun-tahun lamanya di Wonokoyo ini.
“Sudah dua minggu kami begini. Ini paling parah, paling lama. Minta air juga tidak setiap hari datang. Kalau tidak ada ya, kita ke sungai jalan ambil air,” papar Mardiah.
Ia kemudian menceritakan ia harus berjalan beberapa kilo mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari jika tangki air tidak kunjung datang. Mengambil air sungai untuk mencuci. Mardiah juga harus membeli dua buah galon air bersih jika tangki tidak datang untuk memenuhi kebutuhannya memasak.
Perempuan berhijab ini juga mengatakan, saat ini keluarganya hendak menyelenggarakan sebuah hajatan. Maka ia meminta tangki air datang dan standby.
“Untung ini datang. Sudah ada 2 hari datang. Tapi kita tetap ingin semua balik normal,” pungkas Mardiah.
Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Dardak menegaskan, pihaknya akan mempercepat proses pengadaan pipa pengganti pipa yang saat ini bermasalah di Kota Malang. Hal ini ditegaskannya saat berkunjung ke kawasan krisis air akibat pipa jebol di Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkadang Kota Malang, Sabtu (25/1).
“Proses itu (pengadaan pipa pengganti,red) akan dipercepat dan terus kami pantau. Sekarang sudah masuk ke usulan anggaran dan kami upayakan ini diutamakan karena ini sifatnya urgent,” tegas Emil.
Dijelaskannya proses pengadaan pipa senilai Rp 35 miliar ini ditegaskannya tidak akan menunggu dengan proses normal. Tapi lebih diutamakan dan dipercepat karena sangat dibutuhkan.
Jika normalnya usulan, penganggaran hingga pengadaan berproses hingga setengah tahun lamanya maka untuk pengadaan pipa baru bagi Kota Malang hanya akan berlangsung dalam hitungan bulan.
Meski begitu saat ditegaskan berapa lamakah proses selesai, Emil tidak bisa memastikan hal tersebut. Bahkan ketika ditegaskan apakah proses pengadaan hingga realisasi bisa dilakukan dalam kurun waktu satu bulan ia tidak dapat memastikan.
“Yang jelas hitungannya bulan,” tandasnya.
Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang M Nor Muhlas menjelaskan kurang lebih masih ada 3.500 pelanggan yang terdampak di kawasan Wonokoyo dan Buring atas yang belum teraliri air.
“Kami akan aliri lagi dari Sumber Pitu ke daerah Wonokoyo dan sekitarnya. Bisa dialirkan tapi hanya 50 liter dulu untuk bisa menjangkau wonokoyo ini sementara saja. Yang penting air bisa mengalir sampai ke warga dulu,”  ungkapnya. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...