Kuasai Public Speaking - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 04 Sep 2019, dibaca : 954 , bagus, ira

Tidak semua orang berani berbicara di depan umum. Terlebih orang yang dihadapi adalah pejabat atau pengusaha. Pasti ada rasa grogi. Tapi Retina Adhi Prahastuti dituntut untuk selalu percaya diri. Dengan siapapun dia berbicara, wanita 32 tahun harus bisa membawa diri. Rere begitu sapaan akrabnya, mengatakan bahwa butuh latihan untuk bisa terampil bicara di depan umum. “Saya dulu pemalu. Tapi karena saya berpikir ini sangat penting, makanya saya terus belajar,” ungkap  wanita yang bekerja sebagai Funding Officer BRI Malang Martadinata ini.
Bahkan agar mampu menguasai bahasa, Rere tak segan untuk mengambil kursus.
”Public speaking ini tidak dibutuhkan hanya saat berjualan saja. Tapi setiap moment. Contohnya ini, saat diminta menjadi MC dadakan, jika tidak bisa public speaking kan tidak asyik,’’ ungkapnya.
Public speaking menurut dia, tidak sekadar menguasai bahasa saja. Tapi saat berbicara di depan umum, harus menguasai tentang materi.
“Contohnya ini kami diminta presentasi tentang tema A. Kami harus paham A itu apa. Agar semua memahami yang saya sampaikan, maka bahasa yang kami gunakan pun adalah bahasa umum. Dan diselingi guyon, ini membuat suasana semakin mencair,” ungkap wanita mendapatkan penghargaan Top Collect Giro Kuberi 2019 tingkat Kanwil BRI Malang.
Terkait dengan public speaking tersebut, Rere pun tidak segan berbagi ilmu. Melalui instagram miliknya, Rere mengaku tak segan berbagi tips, tentang public speaking yang okay dengan masyarakat.
”Karena semuanya membutuhkan. Termasuk kaum milenial. Untuk yang bekerja, menguasai public speaking ini diperlukan untuk mengembangkan usahanya. Sedangkan kalau anak mahasiswa yang belum bekerja, mengusai public speaking bisa dilakukan untuk untuk menambah pertemanan dan lainnya,” urainya.
Saat dapat menguasai public speaking, mantan CS BRI KCP Rampal ini juga tidak sulit saat harus membicarakan isu-isu terkini. Salah satunya tentang global warming. Menurut Rere, dia tidak jarang mengupload rekaman video tentang dia berbicara tentang global warming.
”Ya bagaimana, dampak global warming semakin bisa dirasakan saat ini. Agar tidak semakin menjadi, makanya saya juga berbagi tips. Kalau bagi tipsnya menggunakan tulisan, biasanya banyak tidak dibaca, sehingga saya pun membuat video. Dan Alhamdulillah banyak yang lihat,’’ tambahnya.
Dia mengatakan, untuk menekan dampak global warming, Rere mengurangi sampah plastik. ”Untuk belanja, saya bawa kantong dari kain. Sedangkan untuk minum, tidak lagi menggunakan air kemasan, tapi bawa tumbler dan itu bisa direfill. Ini juga saya tularkan kepada keluarga dan Alhamdulillah semuanya sudah meniru,’’ tandasnya.(ira/ary)



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Rabu, 20 Nov 2019

Bikin Bahagia dengan Masakan

Loading...