Krisis Air Masih Berlanjut, Perumda Tugu Tirta Tak Jamin Percepatan Normalisasi | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 20 Jan 2020,

MALANG – Krisis air bersih di Kota Malang masih berlanjut. Ribuan warga pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang banyak yang belum mendapatkan akses air bersih secara normal, saat saluran pipa berfungsi. Truk tangki keliling yang diklaim oleh Perumda Tugu Tirta bisa menjadi penyedia darurat air, tak berfungsi sesuai yang diklaim perusahaan plat merah tersebut. Terutama, di kawasan perumahan yang areanya luas.
Contohnya, perum Bulan Terang Utama (BTU), Madyopuro Kedungkandang Kota Malang. Sampai Minggu (19/1), penyediaan air secara darurat, tidak berjalan merata. Andalan air hanya tandon yang terpasang di depan blok. Sementara, ada kawasan yang tak tersentuh oleh mobil tangki.
Warga terpaksa harus menunggu mobil tangki air yang disediakan oleh pihak BTU sendiri, bukan dari Perumda Tugu Tirta. Alvirista Midada, warga BTU blok UJ, menegaskan bahwa bloknya, yaitu blok UJ dan KR tidak tersentuh mobil tangki air dari Perumda Tugu Tirta.
“Mereka datangnya hanya ke tandon blok GA, yang lokasinya di ujung. Padahal, kami pun sama-sama pelanggan, kenapa gak ke sini. Malah mobil tangki BTU yang rajin datang,” papar Aris kepada Malang Post, Minggu (19/1).
Dia menyebutkan, air yang disediakan oleh perumahan berasal dari sumber sumur, yang dialirkan ke tiga kran umum di depan blok, dan bisa diambil oleh warga perumahan. Namun, warga tetap harus membawa galon untuk mengangkut air tersebut ke dalam rumah. Menurut Aris, Perumda Tugu Tirta belum mengirim mobil tangki air ke bloknya.
“Di sini jadinya tak merata. Belum ada kiriman hari Minggu ini ke area blok kami. Kalau mau ambil air dari Perumda Tugu Tirta, harus ke tandon, dan itu lebih banyak tersuplai ke blok atas, yang lokasinya jauh dari sini,” jelas Aris.
Menurutnya, problem air ini sangat mengganggu aktivitas hariannya. Dia menghitung, matinya air Perumda Tugu Tirta sudah terjadi tiga kali. Yaitu, awal Desember, dua hari tanpa air. Lalu, saat natal, empat hari air Perumda Tugu Tirta mati. Sekarang, sudah sekitar 9 hari, warga BTU krisis air dan belum menerima kepastian kapan pipa penyambung air bisa normal lagi dan tersalur secara lancar ke rumah warga.
Selain itu, Aris mengatakan, air yang tersedia dari tandon maupun air sumber sumur, tidak akan bisa dipakai untuk konsumsi dan memasak.
“Airnya kotor, hanya bisa dipakai untuk cuci baju dan mandi. Sementara, untuk memasak dan minum air, saya tetap harus membeli air kemasan galon. Pengeluaran jadi berkali lipat,” tegasnya.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas tidak bisa menjamin bahwa air bakal berfungsi normal dalam waktu dekat. Sebab, Perumda Tugu Tirta masih menunggu pencairan anggaran untuk pengadaan pipa transmisi ukuran 500 mm dengan kekuatan 20 pn. Anggaran berasal dari Kementerian PUPR, Ditjen Sumber Daya Air.
Nilai proyeknya, adalah Rp 35 miliar.
“Waktu pasangnya sekitar satu bulan, setelah itu Insya Allah tidak akan ada masalah krisis air,” kata Muhlas.
Dengan kata lain, para pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang kini masih akan terkatung-katung karena tak mendapatkan pelayanan air secara normal. Ia menjelaskan pipa transmisi 500 mm dari Sumber Simpar ke Buring Atas (Burtas) yang jebol menjadi masalah vital. Menurutnya, pipa yang pecah adalah pipa transmisi yang sangat berdampak pada aliran air ke perumahan dengan topografi elevasi tinggi. Air tidak bisa dialirkan dari rekayasa saluran dari Wendit.
Untuk meningkatkan kemudahan warga mengakses air, PUPR kabarnya bakal mengirimkan bantuan darurat.  “Hasil ke PUPR untuk jangka pendek kami dapat bantuan satu pompa kapasitas 10 liter per detik, dua pengeboran , 25 mobil tangki dan 100 terminal air,” tegas Muhlas.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...