Krisis Air Bersih Kota Malang, Pekan Depan Sidang Gugatan Warga ke PDAM | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Krisis Air Bersih Kota Malang, Pekan Depan Sidang Gugatan Warga ke PDAM

Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Surat gugatan warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) pada Perumda Tugu Tirta (Baca, PDAM, Red) sudah melayang. Dua orang warga Perum BTU, Ali Amran dan Abdul Malik didampingi Lembaga hukum telah resmi menggugat Perumda Tugu Tirta ke Pengadilan Negeri Kota Malang. Sidang perdana dijadwalkan pada Selasa (28/01) mendatang.
Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BIMA Malang Abdul Wahab Adhinegoro SH, MH bersama tujuh rekan lainnya yang juga kuasa hukum Ali Amran dan Abdul Malik menjelaskan, gugatan ditujukan pada Perumda Tugu Tirta (PDAM) juga yang turut tergugat DPRD Kota Malang ke PN Kota Malang.
Wahab menjelaskan gugatan tersebut didasarkan pada dugaan unsur perbuatan melawan hukum, sesuai pasal 1365 KUHP secara perdata. Yang berakibat mendatangkan kerugian warga, sebagai pelanggan tetap Perumda Tugu Tirta.
“Selain itu gugatan ini sebagai bentuk pembelajaran kepada PDAM (Perumda Tugu Tirta) Kota Malang. Kami ingin ini menjadi momen perubahan dan peningkatan kualitas pelayanannya,” tegas Wahab.
Selain Perumda Tugu Tirta yang juga ikut digugat adalah DPRD Kota Malang. Wahab mengatakan alasan gugatan pada DPRD Kota Malang adalah karena lemahnya pengawasan legislatif akan pengawasan terhadap Perumda Tugu Tirta sehingga terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
Gugatan warga ini juga diharapkan dapat berbuah kompensasi atas kerugian yang sudah dirasakan warga terdampak.

   Baca juga :

Pipa Jebol Lagi, 6.000 Warga Masih Krisis Air

Komisi B Sidak Lokasi Pipa Jebol


Sementara itu terpisah, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menuturkan siap menghadapi gugatan yang dilontarkan warga Perum BTU pada pihaknya. Ia pun mengaku sudah mempelajarinya.
"Kami tugaskan ke Komisi B yang membidangi untuk mengawal dan menjawab semuanya," jelas Made saat dikonfirmasi.
Terkait hal ini Ketua Komisi B Trio Agus P menyampaikan pihaknya akan menjabarkan apa saja yang dilakukan legislatif terhadap pengawasan soal permasalahan tersebut. Dikatakannya, data berupa notulensi hearing, fakta di lapangan, maupun hasil studi banding siap dibeber.
“Siap akan kami ungkap semuanya," tegas Politisi PKS ini.
Anggota Komisi B lainnya Arief Wahyudi menambahkan Komisi B sudah menekankan peningkatan pelayanan. Satu contoh, warga mendapatkan pelayanan terminal air kemudian mendorong Pemkot memberikan kompensasi sebagai bentuk tanggungjawab moral.
Soal hal ini Dirut Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang M Nor Muhlas masih enggan berkomentar banyak. Ia mengaku belum mendapatkan surat resmi mengenai gugatan tersebut.
“Maaf kami gak patut menanggapinya, karena belum menerima suratnya. Di meja saya juga belum ada surat tersebut," pungkasnya singkat .
M. Nor Muhlas malah menyampaikan perkembangan di lapangan, pemasangan pompa telah selesai dilakukan kemarin. Akan tetapi ia mengaku air tak bisa langsung dialirkan begitu saja. Sebab membutuhkan masa percobaan untuk memastikan saluran normal. Selain itu, terdapat beberapa tandon yang juga harus diisi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar lainnya.
"Beberapa kawasan yang susah dijangkau saat ada kerusakan pipa transmisi salah satunya memang BTU. Pasalnya, BTU berada di atas ketinggian, dan membutuhkan skema tersendiri agar air bisa mengalir. Mulai hari ini sudah mengalir,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai warga terdampak sudah bisa teraliri air, Muhlas menyampaikan dalam beberapa hari ke depan 6 ribu warga yang masih terdampak sudah bisa teraliri air. Satu persatu kawasan akan teraliri air.
Kemudian, beberapa kawasan terdampak aliran air mati. Padahal kawasan tersebut sudah normal aliran airnya seperti kawasan Bumiayu, Gadang dan beberapa kawasan di sekitar Jl Mayjen Sungkono.
Hal ini disebabkan oleh pemasangan pipa transmisi baru di Tandon Buring Bawah sebelumnya, yang dilakukan untuk mengatasi krisis air di 10 ribu pelanggan terdampak yang sama sekali belum merasakan air.
“Karena ada rekayasa jaringan lainnya maka ada beberapa jaringan yang ditutup sementara agar yang satu ini bisa mengalir. Dan juga air berasal dari sumber lain yang seharusnya tidak mengalir ke banyak kawasan. Karena di Bypass, maka debit berkurang di kawasan lain karena airnya dibagi,” jelas Muhlas.
Ia mengakui hal ini memang resiko dan konsekuensi zona lain porsi airnya menjadi berkurang. Namun pihaknya akan memastikan semua daerah terdampak akan teraliri dengan baik.
Lebih jauh dia menyampaikan, beberapa skema akan tetap dijalankan untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih. Salah satunya adalah memanfaatkan pompa di sumber Wendit yang sebelumnya mengalami kerusakan. Pompa tersebut sudah dibenahi dan sudah dapat menyumbang air bersih 130 liter per detik.
"Jadi di Wendit sebenarnya ada tiga pompa. Selama ini yang dimanfaatkan hanya dua pompa. Karena satu pompa sebelumnya terbakar. Kami lakukan tindakan cepat perbaikan pada pompa tersebut, dan sekarang sudah berfungsi,” tandasnya.
Sesuai pantauan Malang Post, rekayasa jaringan hingga pemasangan pompa Bypass di Tandon Buring Bawah sejak Selasa (21/1) lalu baru mengalirkan air , Kamis (23/1). Salah satu daerah paling terdampak yakni Perum Bulan Terang Utama (BTU) akhirnya sudah teraliri air meskipun dengan debit kecil.
Beberapa RT di Perum BTU yang menjadi salah satu kawasan paling lama terdampak gangguan aliran air dapat merasakan kembali air mengalir pada kran rumahnya.
Ketua RW XVII Kelurahan Madyopuro warga Perum BTU, Emik Gandamana menjelaskan air di BTU sudah mengalir pada pukul 02.00 dini hari, Kamis (23/1) telah mengalir mengisi meski tidak besar. Namun pada pukul 05.00 WIB air kembali mati.
“Kami harapannya bisa mengalir lagi karena ini sudah dua minggu,” paparnya.
Meski begitu sekitar pukul 14.00 WIB air telah mengalir kembali sampai pada kran-kran air di rumah warga. Namun debit yang dialirkan masih belum normal seperti sebelumnya. (ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...