Kota Malang Rancang Angkot Online | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 1044 , bagus, manda

MALANG-Mengikuti perkembangan teknologi, Kota Malang sebentar lagi akan memiliki aplikasi khusus untuk angkutan kota (angkot). Dengan menggunakan sistem online, sopir angkot tidak perlu lagi mangkal di pinggir jalan dan lebih mudah mendapatkan penumpang. Selain itu, dengan teknologi tersebut, bisa mengurai kemacetan yang ada di jalan protokol.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengungkapkan, untuk memantabkan langkah Kota Malang sebagai smart city, pihaknya hendak membuat sistem trayek angkutan berbasis online. Saat ini, sudah ada salah satu perusahaan aplikasi, yakni Tron yang berasal dari Jakarta memberikan penawaran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
“Perusahaan aplikasi ini menawarkan secara gratis untuk angkot berbasis online. Aplikasi ini sudah diterapkan di Bekasi dan memudahkan sopir angkot. Bahkan, membuat pendapatan mereka juga meningkat,” terang dia setelah selesai paparan terkait angkot online di Balai Kota Malang, Kamis (26/9).
Selain memudahkan sopir angkot, sistem tersebut juga mempermudah masyarakat yang menggunakan jasa transportasi tersebut. Sebab, mereka tidak perlu lagi menunggu di halte dengan jangka waktu lebih lama karena sudah berbasis online. 
“Melalui aplikasi tersebut, ada kepasian yang didapatkan sopir dan penumpangnya. Bisa tahu jam dan menit di mana penumpang harus dijemput atau naik. Nanti trayeknya sesuai dengan yang ada saat ini,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, dia mencontohkan, jika ada masyarakat yang hendak pergi ke Sawojajar dari arah Blimbing, bisa memanggil angkot tersebut dengan menggunakan aplikasi. Kemudian, masyarakat bisa menentukan akan transit di mana untuk oper ke angkot lainnya. 
“Misalnya, saya ingin turun di Bunul. Sesampainya di sana, saya sudah dijemput angkot lain untuk mengantar saya ke Sawojajar. Mana angkot yang paling dekat, bisa menghampiri calon penumpangnya,” jelas dia.
Menurut Wasto, dengan adanya teknologi tersebut, juga dapat mengurai kemacetan di sekitar wilayah Kota Malang. Sebab, mikrolet tidak perlu mangkal di pinggir jalan atau berseliweran untuk mencari penumpang. 
“Nantinya sudah ada lagi angkot yang ngetem di pinggir jalan. Sehingga, tidak macet. Bahkan penumpang ada kepastian berangkat juga, tidak perlu menunggu lama-lama,” ujar dia.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot Malang akan melakukan rancangan konsep dan dilanjutkan dengan sosialisasi skema tersebut terhadap sopir angkot yang ada. Agar tidak menimbulkan persoalan dan mampu membuat situasi lalu lintas lebih tertib. 
“Namun, pendapatan sopir juga naik. Tarif angkotnya akan menyesuaikan dengan tarif angkot yang ada saat ini. Sosialisasi ini untuk para sopir angkot yang mau saja,” jelas dia.
Wasto menambahkan, pihaknya akan melihat ke Bekasi untuk ankot online tersebut. Ditargetkan, angkot berbasis online ini akan segera direalisasikan pada tahun 2020 mendatang. “Lebih cepat, lebih baik. Kami akan lakukan tahapan secara administrasi dan realisasi sopir dan penumpang. Setelah sosialisasi, akan dilakukan tahapan awal. Nanti kita akan kroscek ke Bekasi dulu,” tandas dia.(tea/ary)
 



Loading...