Kota Malang Kurang Arsip Literasi Musik | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 08 Des 2019,

MALANG - Arsip tulisan atau dokumen literasi tentang perkembangan musik di Kota Malang dirasa kurang ditata atau dibentuk sistematis sehingga terekam dengan baik. Hal ini menjadi salah satu terhambatnya literasi musik berkembang di Kota Malang.
Hal ini menjadi pembahasan menarik dalam “Ngobras” Membangun Narasi Lewat Praktek Literasi dan Penulisan Musik pada event Ketemu Buku ke-4 di Taman Krida Budaya Jawa Timur.
Randy Kempel, salah satu blogger musik dan penulis berita musik dalam Zine di Kota Malang menjelaskan saat ini memang mudah menjadi “jurnalis” musik. Bermodalkan media sosal dan platform blog bisa menjadi media utama
“Saya sendiri awalnya menulis karena melihat band-band kampus saya. Kok ga ada yang mau nulis soal mereka jadi saya tulis-tulis saja di blog,” papar alumnus Universitas Negeri Malang ini.
Ia mengatakan hal inilah yang menjadi permasalahan. Dimana kurangnya berita atau tulisan rujukan mainstream yang bisa dijadikan refrensi warga Kota Malang akan berkembangnya musik di Kota Malang.
Maka ketika orang yang ingin tahu mengenai satu band dan band lainnya yang ada mereka sulit menedapatkannya. Kecuali memang mencari sendiri pada blog-blog musik. Beberda dengan dahulu dimana majalah musik masih banyak.
Sementara itu penulis musik kawakan Kota Malang Denny Mizahar juga berpendapat bahwa peng arsipan dokumen literasi musik belumlah maksimal di Kota Malang.
“Misalkan nih ada musisi datang, atau siapapun lah yang kemudian dia buat apa di Malang, lalu di tempat mana itu tidak terlalu tercatat. Tidak diarsipkan. Sehingga nanti beda orang beda lagi ceritanya. Dan akan jadi cerita yang turunnya hanya dari mulut ke mulut saja,” papar Denny.
Hal ini harus dirubah. Karena literasi atau catatan dan dokumen tertulis menjadi sebuah bukti nyata sesuatu pernah terjadi. Apalagi di bidang musik yang perkembangannya progresif dan perlu diabadikan tiap momen dan tahap perkembangannya sampai kapanpun,
Denny yang juga anggota Komunitas Pelangi Sastra ini juga menyarankan pegiat musik, pemerhati musik dan kalangan media mainstream lebih awas akan hal ini.
“Memang banyak kok sekarang tulisan-tulisan tentang musik. Hanya saja ya itu, kita butuh hal yang beragam pula. Lebih banyak literasi soal musik yang dibahas lalu di beri wadah publikasi akan lebih baik,” pungkasnya. (ica/jon)

Editor : Parijon
Penulis : Sisca





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...