Kota Batu Catat Tambahan Positif Covid-19 dari Pedagang Pasar

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Kota Batu Catat Tambahan Positif Covid-19 dari Pedagang Pasar

Jumat, 22 Mei 2020, Dibaca : 2700 Kali

Pasar Pagi Kota Batu minim physical distancing sehingga rawan penularan Covid-19.

BATU - Kota Batu kembali  catatkan dua orang konfirmasi positif Covid-19. Tambahan dua pasien tersebut adalah penjual kelapa di Pasar Batu dan pedagang sayur antar kota dan pengepul besar.


Hal itu diungkapkan oleh Jubir Covid-19 Kota Batu, M. Chori bahwa konfirmasi positif Covid-19 ke-9 berjenis kelamin perempuan, usia 42 tahun, alamat Kelurahan Temas. Dengan pekerjaan sehari-hari sebagai penjual kelapa di Pasar Besar Batu.
"Untuk kronologi kejadian pasien konfirmasi 9 yaitu tanggal 9 Mei 2020 pasien mengeluh mual. Selanjutnya tanggal 12 Mei 2020 yg bersangkutan berobat ke RS Baptis dengan keluhan mual, batuk dan berdasarkan hasil pemeriksaan rongent ada pneumonia," ujar Chori kepada Malang Post Jumat (22/5) pagi.


Kemudian, lanjut dia, tanggal 13 Mei 2020 pasien dirujuk ke RS Karsa Husada untuk dilakukan  pemeriksaan lanjutan yaitu rapid test dan hasilnya  reaktif. Berdasarkan hasil rapid test tersebut, maka pasien harus menjalani perawatan di ruang isolasi dan pada saat itu juga dilakukan pemeriksaan swab pertama.


Selanjutnya tanggal 14 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab kedua. Selama menjalani perawatan kondisinya terus membaik sehingga tanggal 16 Mei 2020 pasien diperbolehkan pulang, dengan posisi hasil swab test (PCR) masih belum keluar.
"Nanun hasil test PCR keluar tanggal 20 Mei 2020 dan yg bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Sehingga yang bersangkutan harus menjalani perawatan kembali di rumah sakit," bebernya.


Langkah tindak lanjut yang dilakukan dengan melakukan tracing.  Terutama yang memiliki kontak erat dari anggota keluarga serumah yaitu sebanyak 4 orang dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Tinggal 1 orang anggota keluarga  yang belum dilakukan rapid test.
Selanjutnya, untuk pasien konfirm 10 jenis kelamin perempuan, umur 47 tahun alamat desa Pandanrejo. Pekerjaan pedagang sayur antar kota dan pengepul besar, kulakan ke Pasar Pujon dan Karangploso untuk dikirim ke Banyuwangi.
Riwayat sakit yang bersangkutan mengeluh gejala pertama kali  tanggal 4 Mei 2020 dengan keluhan demam tinggi dan batuk. Lalu tanggal 5 Mei 2020 pasien masuk Rumah Sakit UMM Tlogomas dengan keluhan sama demam tinggi, batuk dan disertai sesak nafas.


Hasil rongent menunjukkan gambaran pneumonia. Yang bersangkutan dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, lalu dilanjutkan dengan swab test. Swab ke-1 tanggal 6 Mei 2020 dan hasilnya di kirim ke BBTKL Surabaya, namun sampai saat ini belum keluar.
"Lalu dilakukan Swab ke-2 tanggal 16 Mei 2020 dan hasilnya dikirim ke RS UB Malang. Selanjutnya selama menjalani perawatan kondisinya terus membaik sehingga tanggal 19 Mei 2020 yang bersangkutan diperbolehkan pulang dengan dijemput oleh petugas dari PKM Bumiaji, dengan posisi hasil swab (PCR) masih belum keluar," urainya.


Kemudian, dari hasil Swab (PCR) baru keluar tanggal 21 Mei 2020 dari RS UB dan yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Hasil test kedua ini yang kemudian dijadikan acuan penetapan status positif.
Perlu diketahui, pasien juga memiliki riwayat perjalanan takziah ke Pujon yaitu salah satu pasien konfirm Pasar Keputran pedagang sayur di Surabaya. Kemudian langkah yang dilakukan melalui tracing yang memiliki kontak erat dengan pasien yaitu ada tiga orang dan telah dilakukan rapid test dengan hasil semua non reaktif.


Sementara untuk data Covid-19 Kota Batu 21 Mei terjadi peningkatan drastis pada ODR : 2583 orang atau (tambah 378 orang). Penambahan itu karena hasil tracing dengan pasien positif terbaru seperti tukang ojek dan dua pedagang sayur yang kemudian dilakukan isolasi mandiri.


Sedangkan untuk OTG tercatat 234 orang (tambah 5 orang), ODP 277 orang (tambah 1 orang), PDP 59 orang (kurang 1 orang karena masuk positif), kasu positif Covid-19 sebanyak 10 orang (tambah 2) dengan rincian sembuh 2 orang, 7 dirawat, 1 mati. (eri/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Kerisdiyanto