Korupsi Dana Kapitasi BPJS, Mantan Kadinkes Resmi Ditahan

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Korupsi Dana Kapitasi BPJS, Mantan Kadinkes Resmi Ditahan

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 1641 Kali

MALANG – dr. Abdurrahman resmi menjadi penghuni baru di Lapas Lowokwaru Malang. Mantan Kadinkes Kabupaten Malang ini dijemput petugas Kejaksaan Negeri Kepanjen, lalu diantarkan ke Lapas dengan status tahanan titipan, Senin (30/3) siang. Abdurrahman sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Kapitasi BPJS Kabupaten Malang.


Berdasarkan pantauan Malang Post, Abdurrahman sudah mengenakan rompi oranye, ketika keluar dari mobil Kejari Kepanjen di depan Lapas Lowokwaru sekitar pukul 14.00 WIB. Pria berkacamata itu mengenakan masker. Tangannya tidak diborgol. Dengan cepat dia masuk ke Lapas Lowokwaru. Ia tidak menghiraukan awak media yang sudah menunggu.
Tanpa kata, Abdurrahman langsung masuk ke dalam rutan. Kalapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gede Krisna membenarkan bahwa Senin siang ada tahanan titipan dari Kejari Kepanjen dengan kasus tipikor. “Benar, ada tahanan titipan dari Kejaksaan dengan kasus tipikor yang masuk pada Senin, 30 Maret 2020,” ujar Agung kepada Malang Post.


Menurut pria berdarah Bali tersebut, Abdurrahman bakal menjalani masa tahanan setelah berkasnya dipegang oleh Kejaksaan untuk diperkarakan. Sesuai prosedur, Abdurrahman akan menjalani masa tahanan selama persidangan. Tidak ada perlakuan khusus meski Abdurrahman adalah ASN (Aparatur Sipil Negara).
“Tidak ada perlakuan khusus, semua tahanan maupun warga binaan diperlakukan sama,” terangnya. Hanya saja, sesuai dengan protokol baru seluruh Lapas di Indonesia, Abdurrahman harus menjalani serangkaian pemeriksaan terutama administrasi dan kesehatan.


Untuk pemeriksaan kesehatan, Abdurrahman harus menjalani serangkaian tes demi memastikan bersih dari virus Corona atau tidak.
“Sekarang sedang screening Covid-19 dengan tim dokter Lapas, selain pemeriksaan kesehatan umum. Kami juga sedang mendalami apakah yang bersangkutan punya riwayat berpergian ke zona merah. Jika ada riwayat maka akan kami isolasi sesuai protokol Covid-19,” urainya.


Abdurrahman akan menjalani masa tahanan selama 20 hari. Hasil pemeriksaan kesehatan, akan menentukan penempatan blok selama menjadi tahanan titipan kejaksaan. Untuk kali pertama Abdurrahman menjalani masa tahanan setelah sebelumnya diperiksa oleh Seksi Pidsus Kejari Kepanjen.
Dia ditangkap karena diduga melakukan korupsi anggaran Kapitasi BPJS Kesehatan untuk puskesmas sebesar Rp 8 miliar lebih. Dana tersebut merupakan akumulasi pemotongan dana kapitasi BPJS, dengan terdakwa lain Kasubbag Keuangan Dinkes Kabupaten Malang, Yohan Charles. Setiap bulan, selama kurun waktu 2015 sampai 2017, ada pemotongan 7 persen dana kapitasi BPJS dari 39 puskesmas.


Abdurrachman melanggar Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen, masih belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi tidak dijawab, meski terdengar nada sibuk. Termasuk sewaktu dikirim pesan lewat WA juga tidak ada respon.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira