Korban Selamat Kebakaran Kapal Santika 294 Orang | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 354 , Udi, ss

MASALEMBU - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 303 penumpang dan awak Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Jawa Timur.
Tholib Vatelehan kepada wartawan memastikan jumlah korban yang telah dievakuasi tersebut terdata hingga pukul 11.00 WIB. "Dari 303 penumpang yang kami evakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia," ujar Juru bicara Basarnas Surabaya, Tholib Vatelehan, Sabtu (24/8).
Semua penumpang yang dievakuasi, termasuk yang meninggal, kata dia, saat ini sudah berada di atas Kapal Negara (KN) Cundamani dan dalam perjalanan evakuasi menuju Surabaya. "Para korban yang dievakuasi KN Cundamani diperkirakan sampai Surabaya pada sekitar pukul 16.00 WIB nanti sore," ucapnya.
Sedangkan puluhan korban tadi malam telah dievakuasi terlebih dahulu ke Surabaya menggunakan dua kapal, yaitu 64 orang menggunakan kapal penumpang KM Dharma Ferry VII, serta 23 orang menggunakan kapal niaga KM Spill Citra.
Selain itu, Tholib menambahkan, terdapat 161 korban yang kemarin dari perairan Masalembu dievakuasi ke Sumenep, Madura, dan kemarin dibawa ke Surabaya menggunakan bus.
"Tim SAR gabungan sampai sekarang masih terus melakukan pencarian korban," ujarnya.
KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu pada sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis (22/8), saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal penumpang jenis roll on - roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, yang jumlahnya sampai sekarang masih belum terkonfirmasi secara pasti, juga memuat 84 unit kendaraan berbagai jenis.
Dengan demikian, jumlah total penumpang kapal yang mengalami musibah kebakaran di sekitar perairan Masalembo tersebut dan telah ditemukan 297 orang, tiga diantaranya ditemukan meninggal dunia. Dari 294 penumpang selamat, tujuh di antaranya terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh Anwar Sumenep karena mengalami luka-luka.
"Musibah kebakaran kapal yang terjadi Kamis (22/8) kemarin menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya luka-luka," kata AKP Widiarti. (ra/ss/udi)



Loading...