Komisi B Sidak Lokasi Pipa Jebol | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 22 Jan 2020,

MALANG - Komisi B DPRD Kota Malang langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi jebol pipa dan juga ke Perum BTU.  Mereka melihat kondisi kemudian mendorong Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk mempercepat usahanya mengatasi masalah yang sudah berlarut-larut ini.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus menegaskan pihaknya tidak akan berhenti mengawasi kerja Perumda Tugu Tirta sampai semua warga terdampak berhasil teraliri air.
Dalam dua hari kedepan jika air tetap tidak mengalir kepada warga terdampak maka para wakil rakyat itu akan kembali mendesak Perumda Tugu Tirta dengan cara apapun memenuhi kebutuhan air yang hilang. Menurutnya hal ini sudah sangat meresahkan warga.
“Tadi (kemarin,red) kami lihat memang sudah ndak bisa pipa itu. Memang solusinya diganti dengan yang baru. Sambil kita dorong untuk percepatan pergantiannya juga kita dorong untuk melakukan skema baru aliran air,” tegasnya.
Politisi PKS ini mengatakan skema mengisi Tandon Buring Bawah kemudian dipompa hingga ke bagian atas sampai ke pemukiman warga yang berada di kawasan Buring Atas (Perum BTU hingga daerah Wonokoyo) menurutnya bisa dilakukan.
Ia menegaskan pada Perumda Tugu Tirta agar mengerjakan skema ini semaksimal mungkin. Karena skema tersebut diyakini akan berhasil meskipun nanti debit air tidak bisa sebesar normalnya.
“Kalau tidak berhasil kita datangi lagi nanti, apa masalahnya nanti kita desak terus agar cari cara,” tegasnya.
Hal lain yang didesak legislatif soal masalah air adalah kompensasi bagi warga terdampak. Setelah melihat sendiri kondisi di Perum BTU kemarin, Komisi B DPRD Kota Malang menganggap sangat perlu dibahas kompensasi bagi warga terdampak ini.
Dasarnya, lanjut Trio adalah kerugian yang dialami warga selama dua pekan tanpa air. Dikatakannya banyak warga yang berebut air, bahkan tidak dapat air untuk memenuhi kebutuhannya meskipun mobil tangki air dan tandon portable sudah ditempatkan di sana.
“Banyak yang masih ngeluh, sejak diisi tandon portabelnya yang sudah habis. Mereka berebut ada yang tidak kebagian. Belum lagi yang punya usaha sampai mandek tidak ada penghasilan,” tegas Trio.
Atas dasar inilah Pemkot Malang harus mulai memikirkan opsi kompensasi yang bisa diberikan kepada warga. Bisa mengurangi tagihan atau meniadakan tagihan pada bulan warga  terdampak gangguan aliran air.

Pertimbangan Skema Kompensasi
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan skema kompensasi masih dipertimbangkan kembali. Ia terlebih dahulu harus mencari aturan dan mekanisme kompensasi yang tepat.
“Bukan artinya tidak ada kompensasi,” ucapnya.
Artinya Pemkot Malang masih akan membahas terkait skema kompensasi yang akan diberikan pada warga terdampak. Solusi agar air bisa mengalir adalah hal yang utama untuk dibahas.

Muncul Gugatan Lagi
Sementara itu sebanyak 21 RT wilayah Perum BTU, Wonokoyo dan Segaran sedang menyusun draft tuntutan kepada Wali Kota Malang dan Perumda Tugu Tirta. Informasi yang dihimpun Malang Post, kemarin malam perwakilan warga 21 RT tengah membuat draft gugatan.
Salah satu warga Perum Griya Telaga Permai Kelurahan Wonokoyo yang terdampak, Hery Mahabella mengeluarkan keluh kesahnya mengenai kondisi yang terjadi pada dirinya dan sekitar 100 KK lainnya.
 “Ini sudah hari ke 13 tempat tinggal saya PDAM tak mengalir. Dan petang ini di depan BRI Jl Mayjen Sungkono tempat biasa saya ambil air ikutan mati. Rasanya sudah tidak tahan. Terminal air yang dijanjikan tidak pernah datang selama ini,” ungkapnya pada Malang Post kemarin malam. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...