Malang Post - KKN 08 UMM, Dorong Masyarakat Dusun Baran Manfaatkan Limbah

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


KKN 08 UMM, Dorong Masyarakat Dusun Baran Manfaatkan Limbah

Senin, 27 Jan 2020

MALANG – Mendukung masyarakat Dusun Baran dalam memanfaatkan pertanian dan limbah ternak untuk pupuk organik, Kuliah Kerja Nyata (KKN) 08 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (25/1).
Sasaran dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah masyarakat Dusun Baran yang tergabung dalam  Kelompok Tani Karangsari. Pelaksanaan penyuluhan berlangsung di halaman rumah Sugianto, yang merupakan Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia Kecamatan Poncokusumo.
Sebagai narasumber Wardi, Staff Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang berpengalaman dalam bidangnnya. Kegiatan itu dihadiri 20 warga, terdiri anggota kelompok tani dan tokoh masyarakat Dusun Baran.
Ketua Pelaksana Fawwaz Akbar mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberdayakan kelompok tani dusun setempat agar lebih optimal dalam memanfaatkan limbah pertanian dan limbah ternak untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.
“Kami melihat, masyarakat di Dusun Baran ini mayoritas bekerja di bidang pertanian dan peternakan. Sementara itu, harga pupuk kimia semakin mahal, maka pembuatan pupuk organik menjadi salah satu opsi untuk mengurangi biaya produksi pertanian serta dapat mengurangi kerusakan struktur tanah yang diakibatkan penggunan pupuk kimia secara berlebih.” kata Akbar, sapaan akrabnya.
Diharapkan, setelah diadakan pelatihan masyarakat dusun baran lebih kreatif dan inovatif dalam mengelolah limbah pertanian dan peternakan. “Semoga kegiatan ini menjadi bahan penunjang produktivitas pertanian masyarakat tersebut. Sehingga nantinya bisa berdampak baik bagi perkembangan ekonomi masyarakat dusun baran,” lanjutnya.
Ketika kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk organik berlangsung, Wardi memaparkan penggunaan pupuk organik dimaksudkan untuk mengembalikan kesuburan tanah setelah masa panen. Di tengah penyampaian materi, Wardi mengatakan, pupuk organik pada dasarnya berasal dari tanah maka sudah jelas manfaatnya juga kembali ke tanah.
“Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. Selain itu, membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman,” kata Wardi.
Lebih lanjut, Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Muh. Jufri, menyampaikan, penyuluhan ini penting karena manfaat yang akan dirasakan oleh petani adalah meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian, karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organic dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat kimia dan biologi dari tanah atau lahan pertanian. “Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini maka petani daerah setempat dapat beralih ke pupuk organik dan bisa menikmati manfaatnya,” harapnya. (mp4/adv/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Agiem

  Berita Lainnya





Loading...