Kisah Sedih Guru SMP di Kota Batu, Menikah hanya 12 Hari | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kisah Sedih Guru SMP di Kota Batu, Menikah hanya 12 Hari

Jumat, 24 Jan 2020,

Jodoh, takdir dan rezeki memang sudah ada yang mengatur. Namun, cerita yang dialami Nay Naima Maheswari, wanita asal Kota Malang ini, sungguh menyedihkan dan mengharukan. Angan-angan bisa membangun rumah tangga hingga kakek-nenek dengan laki-laki yang menikahinya, justru malah menyisakan kepedihan dan luka yang mendalam. Usia pernikahannya hanya berlangsung selama 12 hari saja.

Kisah perjalanan pernikahan yang cukup singkat ini, ditulis Nay Naima Maheswari melalui akun sosial media Twitter, pribadinya @NaimaMaheswari. Ceritanya dikemas dengan judul MARRIED FOR 12 DAYS, Based on My Real Story, Catatan Terkelam Sepanjang Hidupku. Threadnya sudah viral, diduga ada problem komunikasi antara Nay dan yang suaminya itu.
Sebelum memasuki kisahnya, Malang Post akan mengulas terlebih dulu tanggal penting dalam kisahnya ini. Pernikahan ini berlangsung tanggal 13 Desember 2019, Nay ditinggal suaminya 25 Desember 2019. Persoalannya, sebelum sah menikah, Nay sudah mengintip ponsel milik calon suaminya. Lalu muncul masalah, namun tidak terkomunikasi di antara mereka berdua.
Pada tanggal pernikahannya, di twitter Nay, meretweet cuitan Izzat Akmal, thread mengenai maried story. Bunyinya “Terlalu banyak kabar berita tentang isu perceraian belakangan ini, dan marriage story menghidangkan reality kehidupan yang mungkin dilalui oleh setiap suami dan isteri. Tidak ada betul dan salah. Silapnya hanyalah pada sifat memendam dan tidak berkomunikasi dengan baik.”
Pasca berpisah dengan suami, Nay juga sempat meretweet dr. Jiemi Ardian. Isinya “Trauma psikologis itu tidak terlihat, tapi efeknya bisa terbawa hingga seumur hidup. Pada beberapa kasus, trauma berhubungan juga dengan kejadian obesitas. Mencoba mengatasi obesitas pada orang dengan trauma, tidak cukup hanya fisik saja.”
Threadnya memang membahas soal obesitas. Dalam kisahnya, Nay tak memahami kenapa sang suami meninggalkannya. Ia sempat berpikir karena kondisi fisiknya. Mohon maaf, secara fisik ia memang gendut, dalam bahasa Nay ia sebut dengan istilah curvy. Namun apakah suami meninggalkan Nay karena persoalan itu, hal itu juga belum berhasil ia jawab.
Nay sempat melempar tweet, mengenai dugaan kenapa sang suami meninggalkannya.
“Apakah karna fisikku? Dari awal aku sudah bilang kamu siap dengan fisikku yang seperti ini? Im curvy Dia bilang apa masalahnya? Dia menerima baik buruk dan segala tantangannya. Tapi sekarng jadi gini? Malam itu aku hancur,” tweetnya.
Di tweet yang lain, ia pernah mencoba menghubungi sang suami. Namun hanya dijawab bahwa sang suami trauma. Nay juga tidak tahu maksud dari kata trauma dari suaminya itu.
“Aku gak paham dia trauma apa Tapi dia dulu pernah gagal nikah Sudah tunangan dan mendekati hari H dia gagal menikah Tapi kenapa trauma itu dilempar ke aku? Kenapa dulu dia minta aku sebegitunya kalau cuman untuk begini?,” isi tweet Nay.
Malang Post tak akan memuat seluruh tweetnya. Namun akan mengulik sedikit kisah Nay. Korane Arek Malang ini berhasil menghubunginya melalui sambungan telepon, kemarin. Sayangnya Nay tak mau menyebutkan alamat rumahnya di Kota Malang secara detail. Namun, ia mengakui satu per satu kisah yang ia tuliskan.
Ia mempersilahkan Malang Post mengutip langsung dari threadnya. Kisahnya bermula dari perkenalan hingga akhirnya ia harus mengalami rasanya menjalani kehidupan pernikahan. Meskipun, sayangnya pernikahan itu hanya berjalan selama 12 hari.
Postingan Nay di akun Twitter inipun, viral di Medsos sejak 20 Januari 2020 lalu. Nay, mengungkapkan seluruh perasaan yang terpendam dalam hatinya. Melalui postingannya, ia ingin berbagi pengalaman sekaligus berharap solusi untuk bisa menguatkan dirinya.
"Thread / jangan? Pengen banget bisa sharing dan siapa tau bisa jadi pelajaran buat temen?2; yang laen," tulis Nay, yang diunggah pada 19 Januari lalu.
"Dan aku juga pengen tau pandangan dari berbagai sisi atas keanehan si cowok yang sampai sekarang si cewe pun tidak tau," sambung postingan selanjutnya.
Ia mengawali cerita dengan mengenalkan dirinya bernama Nay, wanita asli Kota Malang. Usianya sekarang ini baru 23 tahun. Tujuannya bercerita, karena membutuhkan support system.
Beberapa hari terakhir, ia merasa lelah dengan hidupnya. Sempat merasa ter-telanjangi setiap keluar rumah dan bertemu dengan orang yang mengerti tragedi yang sedang dihadapi.
"Itu loh cewe yang nikah cuman 12 hari. Nggak kasihan orang tuanya apa nikah dibikin mainan," cibiran orang kepada Nay, seperti yang ditulisnya.
Karena cibiran itulah, yang akhirnya membuatnya minder. Setiap keluar rumah, dia harus terpaksa memakai masker. Itupun orang yang melihat masih menatapnya dengan pandangan aneh, dan bisikan yang dia tidak mengetahui bahasnya.
Sehingga dengan membuat thread ini, Nay ingin semua orang yang membaca bisa memetik pengalaman dan terjadi pada siapapun. Cukup dia yang merasakan pengalaman kelamnya.
Nay, mengenal laki-laki yang menikahinya pada tahun 2018 lalu, karena teman dari seorang temannya. Dari perkenalan itu, keduanya sering komunikasi. Tidak hanya sekadar telepon, tetapi juga video call hingga tengah malam, dan bahkan dini hari.
Komunikasi dilakukan hanya sekadar memastikan kondisi satu sama lain. Hingga akhirnya mereka kenal lebih dekat, meskipun tanpa embel-embel 'pacaran'. Semuanya mengalir begitu saja.
Hingga akhirnya di sebuah cafe di Kota Batu, pada 20 April 2019, laki-laki yang menjadi suaminya itu menyampaikan menjalin hubungan lebih serius. Nay mengira pacaran, ternyata mengajak menikah.
"Enggak,aku udah bosen pacaran. Kita udah deket kan selama ini,". "Lah trus apa dong? Jawab Nay.  "Ayok nikah..aku udah yakin dan aku udah bilang orang tuaku kalau dalam waktu dekat aku bakal ngelamar anak orang," timpal laki-laki tersebut.
Kaget, itu pasti karena usia Nay baru menginjak 23 tahun. Yang awalnya ia menganggap berhubungan serius ke arah pacaran, rupanya Nay diajak menikah.
Singkatnya, pada bulan itu juga ada pertemuan keluarga yang akhirnya menentukan tanggal pernikahan mereka akan dilangsungkan pada 13 Desember 2019. Sangat cepat di luar dugaannya. Namun Nay telah yakin.
Semula, dalam prosesi lamaran hingga prewedding pada tanggal 24 September, segala persiapan pernikahan masih berjalan dengan lancar. Bahagia, dan belum ada keanehan layaknya pasangan yang menantikan hari bahagianya.
"Belum ada yang aneh. Sesi kami laksanakan dengan enjoy dan bahagia (selayaknya pasangan yang menantikan hari bahagia). Ngga ada pikiran lain selain seneng, bahagia dan bersyukur sama Allah sudah diberi kenikmatan seindah ini..," tulis guru salah satu SMP di Kota Batu ini.
Hingga, sebulan menjelang pernikahan, muncullah keganjilan itu. Namun, selisih pendapat yang dia alami saat itu masih bisa terselesaikan.
"Sampai di H-30 ada sedikit kerikil, kalo orang-orang bilang cobaan sebelum pernikahan. Kita selisih pendapat sampai bertengkar hebat dan sampai terdengar di telinga orang tua kami. Akhirnya kedua keluarga bertemu dan syukurlah masalah bisa teratasi," sambung tulisannya.
Namun, tak disangkanya kerikil itu terus muncul. Bahkan hingga mendekati hari pernikahannya. Nay masih menahannya karena semua persiapan sudah berjalan, bahkan undangan juga telah disebarkan.
Tepatnya H-10 pernikahan, ia tak sengaja menemukan chat yang dilakukan lelakinya dengan kakak iparnya. Tak disangka bahwa di situ terungkap lelakinya selama ini tidak memandangnya dengan cukup baik.
Nay seorang yang pekerja keras. Setiap harinya dari pagi hingga sore ia membantu usaha keluarganya. Malam harinya ia masih mengajar private anak SMP dan SMA. Sementara Sabtu dan Minggu ia mengajar tambahan di salah satu sekolah Islam.
Namun, kepedulian yang selama ini ia anggap ada dari sang lelaki rupanya berbalik. Chat yang ia temukan dengan kakak iparnya itu seolah menjadi pembuktian jika sang lelaki tak sebijak yang dirasakannya selama ini. Segala apa yang dikerjakannya malah dijelek-jelekkan.
Namun, Nay masih mencoba bertahan. Hingga akhirnya tiba hari pernikahan mereka. Semua berjalan lancar. Akad pukul 07.00 pagi pada 13 Desember 2019 hingga acara selesai berjalan dengan penuh kebahagiaan. Semua ganjalan sirna.
Tapi, hal itu tak lama dirasakannya. Menjalani hari-hari pernikahan bersama lelakinya cukup sulit. Banyak sekali hal yang dianggap ganjil. Mulai dari perlakuan si lelaki yang berubah, keluarga si lelaki yang seolah tak menganggapnya ada, hingga tak ada aktivitas layaknya suami istri pada umumnya seperti nafkah secara batin pun belum ia dapatkan.
Sampai tibalah di hari ke-12, hari di mana hal yang dirasakan kelam itu terjadi. Perhatian yang tidak didapatkan ketika Nay sedang sakit diare, hingga lemas dan pada akhirnya Nay meminta dijemput orang tuanya.
Malam harinya, kedua orang tua Nay mencoba berbicara baik-baik akan sikap yang diperlakukan oleh si lelaki terhadap anaknya itu. Rupanya, dari situ si lelaki memutuskan untuk tak lagi ingin meneruskan biduk rumah tangga bersama Nay. Malam itu pula, Nay berpisah tanpa sebab tanpa alasan yang jelas.
Rasa sakit dan menuntut penjelasan ketika meminta kepada orang tuanya dengan baik. Maka seharusnya mengembalikannya dengan baik diabaikan oleh si lelaki hingga saat ini. Setelah kejadian itu, bahkan Nay tak sanggup untuk keluar rumah dan memilih diam di kamarnya selama dua minggu berjalan.
Namun ia bangkit. Dia tak mau terpuruk apalagi setelah melihat pengorbanan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Meskipun, ada tetangga dan saudaranya yang tak tahu-menahu menganggapnya aneh karena seolah mempermainkan pernikahan.
Dari kisah ini, Nay mengaku untuk menjadikan pelajaran bagi setiap orang sebelum melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan. Tak ada yang salah dengan pernikahan. Hanya Nay menjadi seorang yang kurang beruntung mendapat seseorang seperti lelaki yang dia sebut dalam kisahnya ini.
"Aku share ini karna tidak ingin kalian merasakan dan mengalami hal yang sama. Bukan hanya salat dan agamanya,tapi lihat dia saat dia di puncak amarah dan gimana dia mengatasi masalah baik itu untuk dirinya sendiri atau orang lain. Aku harap aku yg terakhir yang merasakan ini, Jangan kalian," curhatannya.
"Jangan kalian Ini kelam .. Benar-benar gelap seperti mengambil sepertiga bagian hidup. Semoga kalian bisa memetik pelajaran dari apa yang terjadi Jangan takut menikah.. Gak ada yg salah sama pernikahan, aku hanya sedang tidak beruntung dipertemukan dengan manusia sepertinya..,".
"Dan jika dia baca ini. Semoga ini mewakili rasa sakit yang sudah kamu beri.. Terima kasih.. Terima kasih banyak sudah mengajarkan sabar yang tiada ujung sekaligus menempatkanku di jurang terdalam yang bahkan tak tersentuh cahaya sedikit pun Semoga kamu bahagia,". Dan masih banyak curahan hati yang sebenarnya disampaikan Nay, di akun Twitter pribadi miliknya.(Agung Priyo/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...