Kisah Foto Resmi Kenegaraan | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 573 , bagus, net

Istana sudah merilis foto resmi kenegaraan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto tersebut nantinya akan dipakai di semua instansi pemerintahan, termasuk di sekolah-sekolah. Foto resmi kenegaraan RI-1 dan RI-2. Foto kenegaraan dinanti-nantikan oleh Netizen karena foto tersebut akan dipajang pada berbagai tempat.
Pada Jumat (18/10/2019), akun Twitter fotografer dan wartawan senior @arbainrambey mengunggah foto resmi Jokowi - Ma’ruf beserta dengan foto di balik layar pemotretan.
 Dalam unggahannya, Arbain Rambey menyebut ‘Babe Darwis’ atau Darwis Triadi yang merupakan fotografer terpilih untuk memotret foto resmi kenegaraan. Selain itu ia memuji Darwis yang memotret menggunakan kamera dengan sistem sensor Micro Four Thirds (MFT). Menurut Arbain, hasil jepretan Darwis luar biasa.
“Foto resmi presiden dan wapres oleh Babe Darwis.....dengan sensor MFT, hasil keren luar biasa,” tulis Arbain Rambey dalam cuitannya pada Jumat (18/10/2019).
Pada foto pertama, terlihat hasil jepretan Darwis yang memperlihatkan Jokowi dan Ma’ruf dalam dua foto yang berbeda berdiri tegap. Berbagai lencana menghiasi pakaian formal mereka.
Kemudian pada foto kedua terlihat Darwis Triadi sedang memperlihatkan hasil potret kepada Ma’ruf Amin. Keduanya tersenyum melihat ke arah kamera.
Lalu di foto ketiga dapat dilihat Darwis sedang mengarahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Darwis memegang pundak Jokowi dengan tangan kanannya semetara di tangan kirinya ia menggenggam kamera.
Respons Netizen yang melihat unggahan dari akun @arbainrambey pun beragam. Banyak yang terpukau dengan hasil foto kenegaraan, memuji Darwis Triadi sebagai fotografer, ada juga yang salah fokus dengan tampilan Ma’ruf Amin yang biasanya memakai sarung.
Sementara itu Darwis Triadi yang menjadi sosok di balik foto tersebut. Ia pun sempat mengunggah bagaimana proses sesi foto yang bertempat di Istana Merdeka itu. Dilansir dari kumparan, Darwis pun bercerita bagaimana ia bisa menjadi juru foto kenegaraan.
"Dari Bapak (Jokowi) sendiri yang minta. Dari sesprinya Presiden," kata Darwis saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (19/10).

Darwis mengaku memang sudah terbiasa memotret Jokowi. Sebab, ia sudah mengikuti Jokowi sejak kampanye pilpres lalu. Meski demikian, ini menjadi pengalaman pertamanya menjadi juru foto kenegaraan.
"Sebetulnya secara teknis, enggak ada (kesulitan) karena saya sudah terbiasa. Jadi artinya, begitu motret, saya sudah bayangkan saya motret begini begini tapi kan prosedur untuk memotret official kenegaraan itu ada patronnya ya, ada SOP-nya, jadi saya ikuti itu," ungkap Darwis.

"Sebetulnya yang harus saya persiapkan adalah bagaimana saya motret bapak itu mendapatkan satu ekspresi yang maksimal," sambungnya.
Sesi foto pun menurut dia berjalan lancar. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sesi foto Jokowi, begitu pun Ma'ruf Amin.

"Santai banget. Apalagi Pak Kiai juga sangat kooperatif. Ya mungkin karena pertama kan yang difoto Pak Kiai dulu, baru Bapak (Jokowi). Jadi ya saya rasa proses itu berjalan dengan santai sebetulnya," papar dia.
Terakhir, ia pun menyatakan harapannya untuk masa pemerintahan Jokowi ke depan.

"Masalahnya sebetulnya, kalau kita mau menjadi negara maju, kita harus support 5 tahun ke depan. Masa kita enggak malu sama Malaysia, negara tetangga yang sudah pada maju. Kita masih berkutat segala macam enggak penting. Sementara pikiran Bapak bagaimana bekerja untuk kemajuan bangsa," pungkas dia.(lpt/kum/ary)



Loading...