Kisah Agus Gunarno ASN Pemkot Malang, Pelopor Kesehatan Lingkungan di Tlogomas | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 05 Jan 2020,

MALANG - Kawasan Jalan Tirta Rona, RT 03 RW 07 Kelurahan Tlogomas, Kota Malang tampak begitu asri. Bahkan, ketika musim hujan, kawasan tersebut kini sudah terbebas dari banjir. Hal tersebut tentu tak lepas dari peran seorang Agus Gunarto, pegiat lingkungan yang sangat getol melakukan inovasi demi melestarikan sumber daya alam yang ada.
Sejak tahun 1985, mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini membangun penyaringan, pengolahan air limbah sanitasi. Bahkan, hasil garapan tersebut mendapatkan apresiasi hingga tingkat internasional.
Ide penyaringan air tersebut berawal dari rasa prihatin dirinya melihat gaya hidup tidak sehat di kampungnya. Sebab, masyarakat sekitar banyak untuk membuang air di sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor, lingkungan pun tidak sehat.
"Setelah membuat kolam pengolahan limbah air ini, banyak masyarakat yang hidup sehat dengan membuang air di kamar mandi. Kemudian, airnya disaring melalui kolam penyaringan sebelum ke sungai," kata dia.
Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 2014, ia kemudian melakukan inovasi dengan membuat biopori untuk mengurangi genangan air ketika hujan.
"Ketika hujan, di kampung kami sering terjadi genangan air. Agar tidak terbuang sia-sia, saya antisipasi dengan pembuatan biopori," jelas pria yang juga Dosen ITN itu.
Lebih lanjut, Agus menguraikan, pemasangan biopori tersebut dinilai sangat efektif untuk mengurangi genangan air. Sebab, satu biopori mampu menyerap beberapa liter air dalam waktu yang cukup singkat.
“Satu biopori bisa menyerap sembilan liter air dalam waktu satu menit,” ungkap dia.
Selain membuat biopori, kawasan tersebut juga membuat sumur resapan untuk menampung air dan juga sebagai salah satu bentuk konservasi air. “Kami memiliki tiga sumur resapan untuk konservasi air,” kata dia.
Inovasi tersebut bahkan sempat membawa kawasan tersebut meraih penghargaan tingkat nasional sebagai Kampung ProKlim yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, belum lama ini.
Selain itu, ia juga membuat inovasi mini komposter untuk proses pengolahan sampah. "Dengan alat ini, bisa mengolah sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak," lanjut dia.
Ke depan, ia akan terus mengembangkan inovasi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tahun ini, ia menyiapkan sebuah alat sensor khusus untuk mendeteksi dan mengukur debit air ketika sedang hujan. "Jadi, nanti bisa dilihat, dalam satu menit, biopori itu bisa menyerap berapa liter air," jelas kakek 4 orang cucu ini.
Bahkan, ia akan menciptakan inovasi lainnya juga. "Menunggu hidayah dan berkah dari Allah. Saya akan terus melakukan upaya untuk melestarikan lingkungan," tandas dia.(tea/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Amanda Egatya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...