Malang Post - Kirab Budaya 4x4 Siap Jadi Agenda Tahunan

Sabtu, 11 April 2020

  Mengikuti :


Kirab Budaya 4x4 Siap Jadi Agenda Tahunan

Senin, 30 Sep 2019

MALANG - Tak hanya bergerak dibidang transportasi di kawasan Taman Nasional Bromo Semeru, Paguyuban Jeep 4x4 BTS Trans juga memiliki misi besar untuk menjaga kearifan lokal di daerahnya. Salah satunya menggelar Kirab Budaya yang diadakan di Tumpang pada Jumat (27/9/2019).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah, Kirab Budaya tersebut diantaranya dimeriahkan kesenian Bantengan dan Kuda Lumping. Kendati mengambil rute pendek dari Tugu Pahlawan hingga pasar Tumpang, namun kegiatan itu mampu menyedot ribuan masyarakat yang memenuhi rute dan panggung utama.
Yuli Santoso, Ketua Panitia Kirab Budaya 4x4 mengaku tidak menyangka kegiatan tersebut mendapatkan respon yang besar dari masyarakat. Sebab begitu banyak kegiatan hiburan yang lebih modern. Sementara, pihaknya mengaku berusaha untuk menampilkan kembali kearifan lokal.
Terkait kenapa harus ada istilah 4x4 dibelakang Kirab Budaya, Yuli menjelaskan, hal itu dikaitkan dengan filosofi mobil berpenggerak empat roda. “Secara filosofi, bisa jadi 4x4 adalah sebuah gerakan untuk mempertahankan budaya dan tradisi, hal tersebut sesuai dengan kemampuan mobil 4x4 sendiri yang biasa menerobos jalan dengan medan terjal, tanjakan bahkan licin,” ujarnya kepada Malang Post, Minggu (29/9).
Menurutnya, di tengah dinamika yang terjadi di masyarakat seperti saat ini, pemikiran ‘berpenggerak empat roda’ bisa jadi adalah kebutuhan dasar untuk mempertahankan tradisi budaya di Indonesia. Yuli menuturkan, kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa dukungan besar dari masyarakat serta komunitas-komunitas di Tumpang.
Karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, kepada komunitas-komunitas yang ada di Tumpang seperti Kataro Ronggowuni, Tumpang Kulon Pasar, Easternoil, Kawula muda Iraskodel, Arek Tumpang Mlaku Bareng  serta masyarakat Ranupani yang ikut andil dalam menyukseskan kegiatan ini.
Padepokan bantengan dan kesenian yang ada di Tumpang ikut memeriahkan acara ini, diantaranya Simo Ludro Obor, Garuda Mahameru Malang Suko, Garuda Semeru Tumpang, Remaja Sejati Dusun Jeru, Galogojati Banteng, Turonggo Putro Sejati Tulusbesar, Sri Mulyo Agung Tulusbesar, Bantengan Kebonsari, Wahyu Dewata Ranupani Kuda Lumping, Sukmo Tunggul Ametung Kuda Lumping.
Selain menjaga kearifan lokal, Yuli menegaskan, kegiatan Kirab Budaya 4X4 menjadi symbol kerukunan ditengah masyarakat. “Kegiatan ini menarik, dalam perjalanannya kita dibantu oleh masyarakat yang memang memiliki visi yang sama. Soal konsumsi contohnya, masyarakat Ranupani turun ke Tumpang membawa membawa sayuran kemudian dimasak oleh paguyuban pedagang D’forest” cerita Yuli.
Melihat kesuksesan acara tersebut, Paguyuban Jeep akan mengupayakan ajang ini akan menjadi ajang tahunan. (fin/sir/udi)

Editor : udi
Penulis : fino

  Berita Lainnya





Loading...