Malang Post - Khusuk Mengaji di Musala, Dibabat Celurit

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Khusuk Mengaji di Musala, Dibabat Celurit

Kamis, 31 Okt 2019

LUKA-LUKA: Korban mendapatkan perawatan di RS dr Moh Saleh Probolinggo

PASURUAN – Suasana tenang di Desa Mlaten Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan mendadak jadi heboh. Seorang warga yang tengah mengaji di musala dianiaya tanpa sebab. Pelakunya diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (odgj).
Insiden berdarah itu berlangsung, kamis (31/10) sekitar pukul 12.00. Korban yang diketahui bernama Usman, 70, itu sebelumnya menunaikan salat duhur berjamaah di musala Al Usmani. Musala itu berada di Dusun Pasar Desa Mlaten.

   Baca juga : Buru Pelaku Curanmor yang Kabur
Selepas salat, Usman kemudian kembali melafalkan ayat suci bersama M Haris, 43, dan Muhaimin, 65. Tak lama mereka mengaji, terdengar suara pria yang berteriak-teriak dari luar musala. Dia adalah Dul Samid, 65, yang saat itu langsung masuk ke musala. 
“Pelaku datang menghampiri korban dengan kondisi marah-marah. Korban saat itu masih berusaha menenangkan, ia juga bertanya ada apa ini,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso.
Haris dan Muhaimin yang berada di lokasi juga sempat meredam kemarahan pelaku. Namun, saat berada di serambi musala, pelaku kian kalap. Dul Samid yang juga membawa senjata tajam jenis celurit itu langsung menyabet Usman. Beberapa kali sabetan membuat korban terluka. Ia mengalami luka parah pada bagian leher, lengan dan telinga.
Setelah itu, pelaku kabur. Sejumlah warga sekitar yang mengetahui insiden itu mengejarnya. Pelaku akhirnya diamankan warga di rumah anaknya, Marpuk. Polisi yang mendengar insiden itu mendatangi TKP. Pelaku lalu dibawa ke mapolsek.
“Karena kondisinya terluka saat diamankan warga, pelaku kami bawa ke RSUD Grati. Sedangkan korban dibawa ke RS dr Moh Saleh Probolinggo untuk mendapat penanganan medis,” jelas slamet.(rdb/lim)

Editor : halim
Penulis : halim

  Berita Lainnya





Loading...