Khawatir Covid-19 Warga Biarkan Wanita Pingsan di Jalanan

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Khawatir Covid-19 Warga Biarkan Wanita Pingsan di Jalanan

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 3573 Kali

BATU - Seorang warga bernama Anik (35 tahun) Jalan Rinjani RT 6 RW 10 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu , tergeletak pingsan di Jalan Munif, Alun-Alun Kota Batu. Ia pingsan sekitar pukul 17.30 WIB, sekitar 15 menit lamanya berada di jalanan, Sabtu (29/3). Tak seorang pun yang berani menolongnya karena khawatir pandemi Covid-19.


Salah satu saksi mata, Okta Purwanto seorang juru parkir Alun-Alun di Jalan Munif menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum adzan magrib berkumandang. Saat itu suasana Alun-Alun Batu nampak sangat sepi, begitu juga jalanan akibat larangan berwisata untuk mencegah Covid-19.
"Perempuan pingsan menjelang adzan magrib. Perempuan berkerudung itu jalan dari arah Selatan (Jalan Sudiro) menuju Utara  (Jalan Diponegoro)," ujar Okta kepada Malang Post usai kejadian Sabtu (28/3).


Namun, lanjut dia, setelah sampai di depan mini market yang ada di Jalan Munif perempuan tersebut jatuh pingsan. Karena paranoid dengan adanya Covid-19, semua orang yang ada di sekitar tak berani menolong. Seperti diketahui, akhirnya perempuan tersebut tergeletak tanpa ada yang menolong.
"Kemudian salah seorang pegawai mini market punya inisiatif untuk menghubungi polisi agar perempuan tersebut segera mendapat pertolongan," imbuhnya.


Sebelum polisi datang, perempuan tersebut terbangun dari pingsannya. Perlahan ia mencoba duduk di kursi parkir dan tak seorang pun berani mendekatinya.
"Saat sadar dari pingsan, perempuan tersebut duduk di kursi tidak lama. Kemudian berjalan tertatih menuju pertigaan Jalan Diponegoro untuk naik ojek ke arah Timur," bebernya.


Tak lama setelah kejadian tersebut, petugas PMI datang ke lokasi. Para petugas menggali informasi terkait kejadian tersebut, namun hasilnya abu-abu atau tidak ada kepastian siapa dan kenapa orang tersebut pingsan.
Sesuai dengann SOP pencegahan Covid-19, petugas langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi. Tujuannya untuk menghindari dan mencegah persebaran Covid-19. Meski perempuan tersebut belum diketahui sebab musabab ia pingsan.


Tak berhenti menggali di satu narasumber, Malang Post mencari informasi dari tukang ojek yang mengantarkan perempuan tersebut. Dia adalah Sunoto alias Colok, warga Glonggong, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu yang bertahun-tahun bekerja dan mangkal di tempat tersebut.
"Ngakunya sakit jantung koroner. Dia cerita ke saya kalau kelelahan saat berjalan dan pingsan. Katanya dia minta tolong semua yang ada di sekitar itu. Tapi takut semua," ujar Colok.


Setelah bangun dari pingsan, lanjutnya, ia jjalan tertatih ke pangkalan ojek. Kebetulan Colok tengah mangkal, meski kondisi saat itu tengah hujan. Bahkan masyarakat dihimbau agar tetap dirumah untuk menghindari persebaran Covid-19.
Namun apa daya, latar belakang faktor ekonomi tak bisa membuat semua orang harus berdiam diri di rumah. Mereka harus tetap bekerja untuk membuat dapur rumah tetap ngebul.
"Saat mau antarkan perempuan tersebut sebenarnya saya sudah dilarang olah orang-orang. Tapi karena sama manusianya, saya  ndak tega," papar warga Kelurahan Temas ini.


Lebih lanjut Colok menceritakan, setelah sampai di tempat tujuan di Jalan Rinjani, Kelurahan Temas, Kecamatan, Kota Batu ia mengantarkan perempuan tersebut. Diungkap Colok jika dia tengah sakit jantung.
"Saat turun di Jalan Rinjani perempuan itu ngasih uang langsung. Di gang tempatnya berhenti juga ada tetangganya yang menyapa. Orangnya juga bilang juga ke tangganya sempat emosi karena di duga corona ia jatuh pingsan tidak ada yang menolong. Padahal ia sedang sakit jantung," terangnya.


Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Batu, dr. Endang Triningsih saat dikonfirmasi Malang Post terkait kejadian tersebut Minggu (29/3) siang menyampaikan bahwa kejadian tersebut belum jelas informasinya.
"Ndak jelas infonya. Yang saya tahu orang nya semaput, berdiri sendiri, pulang naik ojek. Belum ketemu alamat nya karena turun di mulut gang," bebernya.


Di sisi lain, dengan adanya peristiwa tersebut Kairo Latief Setiawan warga Kota Batu yang dikenal dengan pengelola tempat oleh-oleh Deduwa memberikan apresiasi kepada Colok selaku tukang ojek. Latif memberikan apresiasi senilai Rp 1 juta kepada Colok atas keberaniannya menolong perempuan tersebut.
"Apresiasi saya yang saya berikan tidak ada nilainya. Hanya alasan saya memberikan apresiasi karena saat ini semua orang tengah paranoid dengan Covid-19. Sehingga setiap kejadian kecil dianggap corona," bebernya.


Melihat dari keikhlasan dan keberanian Colok itulah, laki-laki yang juga menjabat sebagai Kabid Perdagangan, Diskumdag Kota Batu merasa patut memberikan apresiasi. Diharapnya apa yang dilakukan oleh Colok jadi contoh bagi semua orang.
"Peristiwa ini menjadi contoh. Kita tak bisa menyalahkan siapapun dengan kondisi seperti ini. Apa yang dilakukannya (Colok.red) tidak semua orang mampu. Sehingga sangat patut diberikan apresisasi," pungkasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto