MalangPost - Ketahuan Bohong Sedang Hamil

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Ketahuan Bohong Sedang Hamil

Kamis, 02 Apr 2020, Dibaca : 2142 Kali

MALANG - Pernikahan antara Ronald, 30 warga Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang dengan Amel, 29, warga Kelurahan Mojolangu, Kota Malang harus berakhir. Penyebabnya karena Amel ketahuan berbohong.
Amel mengaku tengah mengandung anak hasil pernikahan mereka selama tiga tahun. Namun kenyataannya tidak hamil. Kebohongan itu dimulai saat Ronald berangkat ke luar negeri untuk bekerja.
“Saya berangkat kerja ke luar negeri untuk menjalankan bisnis. Sebab, Amel suka marah-marah ketika saya tidak mendapat pemasukan banyak. Akhirnya kembali berangkat kerja lagi,” jelas Ronald.


Meski sudah berada di luar negeri, mereka sempat cekcok. Hampir setiap hari terjadi perdebatan di antara keduanya. Sampai pada suatu hari, Amel mengirim pesan kepada Ronald, berupa gambar testpack.
“Saat itu, dia bilang ke saya kalau sedang hamil. Mungkin ingin mengambil hati saya, agar kita tidak bertengkar lagi,” lanjutnya.
Seketika Ronald yang keras langsung luluh. Ia berusaha sekeras mungkin untuk bekerja dan kembali pulang. Selama itu, ia menuruti segala keinginan sang istri dan berusaha menghindari perdebatan.
“Saya saat itu memilih mengalah. Karena memang saat itu dia sedang hamil. Saya kerja keras aja agar bisa pulang,” lanjut Ronald.


Tiga bulan setelah itu, Ronald kembali ke Malang. Dengan harapan, ia membawa istrinya periksa ke dokter. Namun, saat diajak sang istri menolak dan malah marah-marah. “Saat curiga dan memaksanya pergi ke dokter,” tegasnya.
Sesampai di tempat dokter, ternyata benar sang istri tidak hamil. Dokter menyatakan bahwa kantong rahimnya kosong alias tidak ada janin sama sekali. “Ternyata dia melakukan itu agar saya mau nurut,” kata Ronald.


Merasa dibohongi, Ronald langsung pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Dia menjatuhkan talak dengan mengajukan gugatan cerai. Saat ini, keduanya sedang menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Kota Malang.(tea/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Amanda Egatya