Kenali Gejala Awal Virus Corona | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kenali Gejala Awal Virus Corona

Selasa, 28 Jan 2020,

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mulai melakukan upaya pencegahan menyebarnya Virus Corona. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan pencegahan merupakan langkah terbaik menghadapi penyebaran virus penyakit yang sedang mengguncang dunia itu. Salah satu upaya pencegahan yakni tidak berpergian ke China.
Imbauan ini juga merujuk pada pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas anjuran kewaspadaan di semua wilayah kabupaten dan  kota di seluruh Indonesia.
Husnul menambahkan ada proses screening yang akan dilakukan terhadap warga asing yang akan masuk ke Indonesia atau warga dalam negeri yang habis bepergian. Yakni, dengan menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner.

   Baca juga : Mahasiswa UM dan Machung yang Berada di Kota Guilin China, Sehat


Lebih lanjut dia menjelaskan gejala yang dimunculkan dari Virus Corona tak berbeda jauh dari penyakit Pneumonia. Namun, yang diwaspadai ketika suhu tubuh seseorang mencapai 38 derajat ke atas.
Sedangkan gejala awal yakni demam, batuk, pilek, panas (suhu tubuh yang tinggi), sesak napas.  “Apabila menemui gejala-gejala penyakit tersebut, agar segera memeriksakan ke layanan kesehatan di Kota Malang. Baik itu puskesmas, klinik dan rumah sakit,” imbaunya.
Untuk diketahui, pasien yang terinfeksi Virus Corona akan menderita penyakit pernapasan ringan hingga berat. Gejalanya akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar Virus Corona. Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin yang direkomendasikan untuk mengatasi virus itu.
 
Thermal Scanner Abd Saleh Deteksi Minuman Panas
Mengantisipasi masuknya Virus Corona, Bandara Abd Saleh memasang Thermal Scanner.  Alat deteksi panas ini dipasang di terminal kedatangan sejak 22 Januari lalu.
Menariknya, tidak hanya suhu tubuh penumpang saja yang terdeteksi. Tapi juga semua benda yang dibawa penumpang dengan suhu panas pun terdeteksi. Itu terbukti Senin (27/1) . Seorang penumpang langsung di screening, karena sensor thermal scanner mendeteksi suhu tubuh penumpang tersebut di atas 38 derajat.
Penumpang yang turun dari pesawat jurusan Jakarta ini oleh petugas langsung dimintai keterangan di ruang khusus. Dia dimintai keterangan terkait riwayat penerbangan serta kesehatannya oleh petugas bandara. Selain itu, penumpang tersebut juga diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermometer manual yang dipegang petugas.
Saat itu penumpang tersebut memiliki suhu tubuh normal. Setelah diperiksa lebih lanjut, penumpang ini membawa minuman panas yang dibawa dengan termos dalam tasnya. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 2 Probolinggo, Wilayah Kerja Bandara Abd Saleh, dr  Diana M Zakaria.
“Kejadiannya tadi, ada penumpang dari Jakarta. Terekam sensor panasnya lebih dari 38 derajat. Tidak semua suhu panas itu karena Virus Corona, tapi juga bisa dengan makanan dan minuman yang dibawa,’’ katanya.
Diana menambahkan, sejak alat deteksi panas itu dipasang sampai dengan , belum ditemukan penumpang positif Virus Corona. Namun pihak bandara tidak mau kecolongan. Bahkan, pemasangan alat tersebut sebagai bentuk upaya untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona.
“Kami memang bukan bandara internasional. Mungkin saja, mereka yang datang ini sudah melalui screening di Jakarta atau di Bali. Namun bisa jadi saat di sana mereka sehat, dan sakitnya di sini. Sehingga ini untuk mengantisipasi,” jelas Diana.  (ira/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...