Kenaikan Harga Ayam Bisa Jadi Pemicu Inflasi | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 483 , aim, amanda

MALANG - Sejak tiga hari terakhir, stok daging ayam di pasar tradisional mengalami penurunan. Akibatnya, harga daging ayam kembali merangkak naik. Sebelumnya, harga daging ayam sempat berada di angka Rp 24 ribu per kilogram. Namun, tiga hari terakhir, menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
"Belakangan ini, stok daging ayam terus berkurang. Biasanya, bisa mencapai 100 kilogram per hari, saat ini hanya sekitar 50 kilogram saja," terang Hamidah, salah satu pedagang ayam di Pasar Besar Malang.
Keterbatasan stok tersebut membuat daging ayam sepi peminat. Jika umumnya masyarakat membeli satu kilogram daging, menjadi setengah atau seperempat kilogram saja. "Banyak pembeli yang mengurangi konsumsi daging. Sebab, harganya mahal," kata dia.
Hamidah menambahkan, harga ayam kampung juga mengalami kenaikan, yakni Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan untuk stok, lebih banyak, sekitar 80 ekor untuk pejantan dan 30 ekor untuk ayam kampung biasa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, harga daging ayam ras menjadi salah satu komoditi penyebab inflasi pada bulan Agustus 2019 lalu. Harga ayam ras yang mengalami kenaikan 3,80 persen memberikan andil terhadap inflasi di angka 0,0503 persen dari angka inflasi Kota Malang di angka 0,19 persen.(tea/aim)



Loading...