Kembangkan Blended Curriculum, Lulusan Poltekom Langsung Kerja

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 864 , udi, imam

MALANG - Sebagai bentuk respon dari program revitalisasi Politeknik oleh pemerintah melalui Kementerian Riset Teknoliogi Dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2017, Politeknik Kota Malang (Poltekom) menerapkan program Blended Curriculum. Kurikulum tersebut telah diterapkan sejak satu tahun terakhir, bekerjasama dengan PT. Sapta Indra Sejati (SIS). Di waktu mendatang, Blended Curriculum akan dikembangkan bersama perusahan-perusahan besar yang lainnya.  
Direrektur Poltekom, Dr. Isnandar, M.T,. mengatakan, kolaborasi Poltekom dengan perusahan atau industry merupakan sebuah keharusan. Sejauh apapun kemajuan yang telah dicapai oleh Poltekom harus tetap mempunyai program collaborative industry . “Bahkan ini bagian yang perlu divitalkan, sifatnya wajib untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas kampus ini,” ujarnya kepada Malang Post.
Blended Curriculum merupakan bagian dari wujud kerja sama dengan industry. Artinya, kalau mengacu pada program revitalisasi politeknik, Poltekom sudah selaras dengan aturan Menristekdikti. Upaya penyelarasan bidang bidang kehalian yang ada di politeknik dengan industry sudah dilakukan. Bahkan sebelum adanya program revitalisasi, yaitu dengan dilaunchingnya inovatif teaching industry oleh Poltekom tahun 2016 lalu. “Inovatif teaching industry sendiri merupakan program kerjasama kami dengan indutri yang berkualitas,” imbuhnya.
Apalagi memasuki era revolusi industri 4.0, dengan segala perubahan yang terjadi dengan sangat cepat. Tentunya butuh penyesuaian yang saling melengkapi antara industri dan perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Poltekom telah melakukan berbagai terobosan yang strategis sebagai upaya menyiapkan lulusan yang berdaya saing.
Selain berkolaborasi dengan industri, Poltekom juga menerapkan dual system. Yaitu penyelarasan bidang yang ada di Poltekom dengan industry. Tentu saja hal ini erat kaitannya dengan Blended Curriculum.  Dengan tujuan agar terjadi link and match, antara Poltekom dengan industry terkait.
Implementasi industry collaborative dan dual system diperkuat dengan model pembelajaran yang diterapkan di kampus. Arahnya kepada penguatan kompetensi mahasiswa. “Karena kami selalu berupaya agar lulusan kami bekerja sebelum wisuda. Maka dari itu, kolaborasi dengan indutri menjadi penting,” ungkapnya.
Selama ini telah terbentuk kerja sama antara Poltekom dengan PT. SIS. Blended curriculum disusun oleh kedua belah pihak. Mahasiswa belajar di kampus hanya sampai semester ketiga, untuk selanjutnya mereka belajar di industry hingga masa wisuda.  “Inilah pola pelaksanaan dual system yang benar. Ada pelajaran di kampus dan di industryi,” ungkap Isnandar.
Pada hari ini, Sabtu (5/10) Poltekom melaksanakan acara proses wisuda untuk lulusan tahun akademik 2018-2019. Acara yang dilaksanakan di Hotel Atria ini, akan dihadiri oleh para orang tua calon wisudawan dan para relasi Poltekom. Para mahasiswa calon wisudawan dari tiga Prodi, yakni Teknik Informatika, Teknik Telekomunikasi dan Teknik Mekatronika.
Siti Fatimah sebagai lulusan terbaik Poltekom tahun ini, merasa bangga menjadi mahasiswa Poltekom. Ia merasa beruntung mendapat kesempatan belajar di Poltekom dengan layanan pendidikan yang bagus. “Yang paling berkesan bagi saya adalah para dosennya yang selama ini membimbing kami dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Sebagai lulusan terbaik tentu Siti Fatimah menyelesaikan studinya dengan tidak mudah. Baginya pantang menyi-nyiakan waktu dengan aktivitas yang sia-sia. “Saya tidak suka menunda tugas dan prinsip saya lakukan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya,” ungkap peraih IPK 3,95 ini. (imm/sir/udi)



Senin, 21 Okt 2019

Senjo Alpha Band Membanggakan

Loading...