Keluarga Pendiri Bentoel Sedih, Museum Bentoel Dijual

Sabtu, 21 September 2019

Keluarga Pendiri Bentoel Sedih, Museum Bentoel Dijual

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 14925 , aim, amanda

MALANG – Kabar bangunan Museum Bentoel akan dijual sudah diketahui keluarga pendiri Bentoel Ong Hok Liong. Cicit pendiri Bentoel, Hiroaki Samsi Watanabe mengemukakan pendapatnya dalam tulisan di akun media sosialnya, terkait Museum Bentoel yang dijual.
Sebagai salah satu cicit dari pendiri Rokok Keretek Bentoel, Ong Hok Liong, pihaknya masih belum mengetahui seluruh tanggapan dari keluarganya. "Setahu saya, terhadap keputusan kali ini, ada yang merasa sedih, ada yang putus asa. Mengapa ada yang putus asa? Karena pemegang saham bukan keluarga pendirinya, tetapi pemiliknya," kata Hiroaki Samsi Watanabe dalam tulisannya.
Beberapa tahun yang lalu, lanjut dia, pemilik Bentoel baru mengganti mereknya. Termasuk benda-benda yang ada di Museum Bentoel juga banyak yang diganti.
"Ada keluarga pendiri juga yang merasa sedih, karena banyak yang disimpan di gudang museum. Misalnya benda-benda  yang digunakan dini hari di sejarah Bentoel, lukisan Ong Hok Liong juga dikesampingkan. Yang dipasang, bukan sejarah Bentoel, tetapi benda-benda dan iklan-iklan pemilik baru, sepertinya mau menghilangkan sejarahnya," kata dia.
Saat itu, ia mengira bahwa pemilik baru ingin menghapus sejarah Bentoel. Bahkan, ia yakin, pemilik baru juga berencana mengganti nama perusahaan dari "Bentoel" ke nama mereka sendiri. Keputusan penutupan dan penjualan museum ini juga, menurutnya, salah satu tahapan dari rencananya dari dulu.
"Saya sudah memahami bahwa perusahaan itu punya siapa? Tentu saja, pemilik perusahaan itu pemegang saham. Di dunia kapitalisme, pasti benar," terangnya.
Oleh karena itu, kalau pemiliknya memutuskan dijual, dirinya tidak ada masalah. "Monggo wae. Akan tetapi, perusahaan itu untuk siapa? Saya yakin, perusahaan itu untuk masyarakat. Khusus perusahaan yang bersejarah, bukan untuk kepentingan pribadi," tulis dia.
Sebagai salah satu cicit dari pendiri Rokok Keretek Bentoel, Ong Hok Liong, ia juga ingin mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang mengharapkan  penetapan museum itu di masyarakat Malang.
"Walaupun Museum Bentoel dihilangkan, walaupun merek, nama, dan sejarah Bentoel juga dihilangkan,  saya yakin, filsafat pendirinya Ong Hok Liong, tidak bisa dihilangkan," tegas dia.
Dalam tulisan tersebut, ia juga berjanji untuk mewariskan filsafat pendirinya. Seperti kata bijak dari Ong Hok Liong, “Jadi orang harus mau melarat dulu, jangan lantas mau kaya saja”. Ucapan ini juga dapat diartikan sebagai “jika sudah kaya, jangan lupa ketika melarat dulu," ingat dia.
Menurutnya, banyak kata bijak dari Ong Hok Liong yang sampai saat ini masih diingatnya. Seperti 'Non employee-employer relationship", "Management harus bekerja lebih keras daripada karyawannya" dan masih banyak lagi.
Dia menambahkan, sebagai seorang cicit, ia akan terus melestarikan ajaran baik dan memberikan inspirasi kepada masyarakat luas. "Mental kerajinan dari Hok Liong, semuanya mau saya lestarikan. Saya yakin, bekerja keras itu membuka kesempatan untuk masa depan. Sekali lagi, saya mau mengucapkan Terima kasih atas dukugannya. Matur nuwun, dan Tuhan memberkati," tandas dia.(tea/aim)



Sabtu, 21 Sep 2019

Malang Raya Butuh TPA Terpadu

Loading...



MALANG POST - Senam