Kehilangan Fokus | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 1452 , parijon, stenly

MAKASSAR – Arema FC mengawali away beruntun dengan hasil buruk. Tim Singo Edan kalah telak dengan skor 2-6  dari PSM Makassar, Rabu (16/10) malam ketika bermain di Stadion Andi Mattalatta. Tiga gol di babak pertama, menjadi petakan bagi Arema yang akhirnya mengalami ekalahan telak di Liga 1 2019 ini.
Arema kalah karena mereka dibobol enam gol dari Ferdinand Sinaga (6’ dan 58’), Rizky Pellu (24’), penalti dari Marc Klok (38’), Ezra Walian (68’) dan Wiljan Pluim (72’). Sementara, anak asuh Milomir Seslija ini hanya mampu membalas dua gol, melalui Dedik Setiawan (26’) dan Riky Kayame (81’).
Hasil tersebut tentunya tidak bagus bagi Arema, yang masih harus menjalani dua laga di kandang lawan selama seminggu mendatang. Yakni bermain di markas sementara Persipura, di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pada Minggu (20/10) dan di Stadion Pakansari, Bogor melawan Tira Persikabo, Kamis (24/10) pekan depan.
Pelatih Arema, Milomir Seslija mengatakan, timnya memberikan kemenangan terlalu mudah pada PSM Makassar. Terutama di babak pertama, ketika tiga gol PSM, dianggap dari proses yang tidak penting dan kesalahan pemainnya.
“Babak pertama berjalan tidak bagus untuk Arema. Kami kemasukan tiga gol yang tidak penting karena kehilangan fokus dan penalti,” katanya.
Gol pertama berawal dari jatuhnya pemain Arema saat membawa bola dan ditekan oleh pemain PSM. Lantas, bek Ikhfanul Alam pun tidak mampu mengantisipasi bola yang mengarah kepadanya.  Sementara, pada gol kedua bermula dari tendangan sudut karena Arthur mencoba mengamankan bola dari sundulan. Kemudian pada gol ketiga, Takafumi Akahoshi handsball saat mengantisipasi tendangan pemain Juku Eja.
Menurutnya, Arema tidak pernah bermain seperti itu, kehilangan fokus sepanjang babak pertama. Arema memang berusaha membalas dan mencetak gol. Akan tetapi, tetap saja mereka tetap sering kehilangan bola.
“Kami tidak pernah bermain seperti ini. Saya tidak mau bilang ini sebagai hari yang buruk,” papar dia.
Milo menyampaikan, timnya harus membayar mahal permainan buruk tersebut. Apalagi, melawan tim sekelas PSM, yang dihuni oleh banyak pemain berkualitas, terutama di lini tengah dan depan.
“Ketika melawan tim seperti PSM kami melakukan kesalahan, kami harus membayarnya dengan kekalahan. Kami seperti memberikan kemenangan yang mudah pada PSM,” tambahnya.
Selain itu, dia menilai, anak asuhnya tak bisa saling menutupi dalam laga. Satu kesalahan pemain, tak bisa ditutupi dan saling membantu Sebaliknya, kesalahan berikutnya terjadi.
Hasil tersebut, tentunya menjadi modal buruk untuk menjalani dua away berikutnya yang bakal berlangsung dalam sepekan. Arema terancam turun peringkat karena kekalahan tersebut. Termasuk dari Persipura, yang akan dihadapi di pekan selanjutnya.
Sementara itu, PSM Makassar memberkan kunci kemenangan atas Arema. Mereka sukses memilih komposisi pemain, yang lapar kemenangan, sehingga tidak puas dengan kemenangan satu dua gol saja.
“Saya dasari (pemilihan pemain) ini dengan pemain yang lapar kemenangan. Saya melihat mereka yang percaya diri untuk melawan Arema,” papar Pelatih PSM, Darije Kalezic.
Menurutnya, dia juga mempertimbangkan adanya ancaman akumulasi kartu kuning dan persiapan melawan Persija Jakarta. Hasilnya, enam gol berhasil mereka cetak ke gawang Arema, yang tampil tanpa palang pintu utama, Hamka Hamzah.
“Saya memilih pemain juga mempertimbangkan ancaman kartu kuning yang membuat mereka bisa absen dan sebagai persiapan melawan Persija. Ini pengalaman tambahan bahwa saya harus perhatikan jumlah kartu kuning di laga-laga selanjutnya,” tutur dia.
Selain itu, dia mengakui bila timnya tampil lebih lengkap kali ini. Berbeda jauh saat melawan Arema di Malang, mereka kehilangan Wiljan Pluim dan Rivki Mokodompit, serta beberapa pemain yang tergabung dengan timnas Indonesia.
“Saat main di Malang, saya kehilangan sembilan pemain,” tegasnya.
Ia pun berharap, selanjutnya pemain PSM, baik yang turun atau yang tidak, bisa main seperti ketika melawan Arema dan lapar kemenangan. “Selamat untuk pemain yang bekerja keras dan mendapatkan hasil baik malam ini. Semoga di laga selanjutnya kami juga lapar kemenangan seperti ini,” tambah dia.
Hasilnya , PSM mulai merapatkan barisan dengan tim papan atas dan berada di peringkat sembilan. Meski mengoleksi tiga poin, selisih poin PSM hanya tiga poin dari Arema, yang berada di posisi lima. (ley/jon)



Rabu, 13 Nov 2019

Penjagaan Super Ketat

Rabu, 13 Nov 2019

Kecewa Wasit!

Loading...