Kebakaran TPA Supiturang Capai 10 Hektar | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 19 Okt 2019, dibaca : 1770 , aim, sisca

MALANG - Kebakaran di TPA Supit Urang belum kunjung padam hingga kemarin malam. Sejak Jumat kemarin, kebakaran di TPA ini belum dapat dijinakan bahkan areal titik api semakin meluas. Hingga kemarin, tercatat sudah 10 hektare lahan yang terbakar. Hal itu menyebabkan kepulan asap  semakin tebal.
Plt Kepala UPT Damkar Kota Malang Anton Vera menyampaikan, penyebab kebakaran semakin meluas adalah gas metan yang terkena terik matahari. Tidak hanya itu kondisi kian parah lantaran tiupan angin yang kencang mulai kemarin. Dengan cepat api menjalar dan membakar lebih banyak lagi sampah yang didominasi oleh plastik itu.
"Saat ini memang lahan yang terbakar semakin luas,"  ungkapnya.
Anton melanjutkan, kurang lebih 30 petugas pemadam kebakaran diterjunkan. Sementara untuk air yang digunakan untuk pemadaman menggunakan air sungai yang dekat dengan kawasan Kelurahan Mulyorejo.
Ia mengatakan pemadaman sementara ini masih dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran Kota Malang. Jika api menjalar semakin luas lagi hingga beberapa waktu kedepan maka pihaknya akan meminta bantuan kepada Damkar Kabupaten Malang.
Jika kondisi api yang membesar berdampak pada kepulan asap.  Bahkan, radius kepulan api saat ini sudah merembet semakin jauh hingga 15 kilometer. Pihaknya mengimbau agar masyarakat, utamanya di daerah rumahnya di dekat kawasan TPA Supit Urang untuk mengenakan masker.
"Perhatikan jarak pandang, karena kepulannya semakin tebal," tandasnya.
Hingga saat ini petugas masih berjuang memadamkan titik api. Meskipun kobaran api tidak begitu ganas seperti kemarin, titik api belum kunjung padam.  
Asap kebakaran sampah di TPA Supit Urang yang sampai saat ini belum padam mulai banyak dirasakan warga. Tidak hanya warga yang berada di kawasan TPA saja, warga  di beberapa kawasan, seperti di Dieng, Dinoyo bahkan Soekarno-Hatta merasakan bau asap itu yang jaraknya sekitar radius 15 kilometer.
“Semalam banyak asap. Sekarang agak mending tapi bau sangitnya masih sangat terasa,” ungkap Fahmi seorang warga Kawasan JalanTerusan Dieng.
Hal yang sama dikatakan warga kawasan Soekarno-Hatta, Tyas Anggraeni. Ia mengatakan semalam asap turun hingga jalanan di Soekarno-Hatta.  Bau asap sangit kebakaran juga dirasakannya hingga siang ini. Meski begitu hal ini diakui tidak terlalu menganganggu.
“Saya pikir semalam itu ada orang bakar apa. Ini siang kok masih bau juga. Baru tau ternyata kebakaran di Supit Urang. Untungnya asapnya hilang pergi. Kadang ada kadang juga baunya masih tercium. Mungkin anginnya,” tegas perempuan yang bekerja di perusahaan swasta ini. (ica/aim)



Loading...