Malang Post - Kawasan Longsor Melebar, Warga Muharto Diteror Ular Raksasa

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Kawasan Longsor Melebar, Warga Muharto Diteror Ular Raksasa

Sabtu, 29 Feb 2020

MALANG - Longsor sepanjang 25 meter pada plengsengan DAS Brantas di Muharto Gang 5 RT 3 RW 9 Kelurahan Kotalama yang terjadi pada Senin (24/2) lalu kian melebar. Pasalnya longsor kembali terjadi di titik yang sama mengakibatkan pelebaran longsor sepanjang kurang lebih 20 meter.  Tak hanya dihantui longsor, warga juga diteror rasa takut atas  kehadiran ular raksasa di kawasan tersebut.


Ya, panjang longsoran saat ini menjadi 45 meter dengan ketinggian 7 meter. Lurah Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Bambang Heryyanto menjelaskan kejadian longsor susulan terjadi pada Jumat (28/2) dini hari yakni pukul 00.30 WIB.
“Betul longsor lagi memanjang ke arah utara. Jadi 7 bangunan yang sebagian hilang di longsor pertama sekarang sudah ndak ada. Sudah jatuh semua ke bawah,” papar Bambang.

   Baca juga :

Muharto Longsor Lagi, DPRD Dukung Relokasi

Enam Ribu Kepala Keluarga Huni Kawasan Rawan Longsor


Ia menjelaskan longsor kemungkinan besar terjadi karena hujan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan Muharto pada saat itu. DAS yang sudah retak usai longsor pertama, kemudian bertambah sehingga lebih panjang dampak longsornya.
Lalu pada pukul 09.00 WIB, untuk menghindari longsor susulan kembali pihak warga  berinisiatif melakukan pembersihan dan pembongkaran bangunan yang tersisa. Hal ini dilakukan agar bisa mengurangi beban berat dari Plengsengan/DAS.
“Ada sisa dua bangunan diatas DAS yang langsung dibongkar sendiri oleh warga hari ini tadi . Sekarang sepanjang garis DAS disana sudah bersih bangunan,” papar Bambang lagi.


Lalu sekitar pukul 10.30 WIB, pembersihan sisa bangunan selesai dan dilanjutkan pemberian batas garis Police Line oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.
Meski begitu tidak hanya longsor susulan yang mengkhawatirkan warga. Informasi yang beredar pada longsoran pertama di kawasan ini warga sempat melihat ular besar berjenis Python keluar dari areal longsoran. Beberapa warga mengkhawatirkan keberadaan ular ini.
Bambang mengakui adanya keberadaan atau laporan ular ini dari warga. Meski begitu sejak terlihat pada Senin (24/2) lalu, ular tersebut tidak pernah terlihat lagi hingga saat ini.
“Jadi dulu itu ular itu sudah pernah ditangkap sama warga saya lupa tahun berapa. Lalu diserahkan ke areal rekreasi di Wendit. Gak berapa lama dikembalikan karena katanya tidak bisa dijinakkan. Lalu sama warga di sini dilepas lagi ke sungai itu,” papar Bambang.


Kemungkinan besar, ular yang dilihat warga berada di reruntuhan longsor tersebut adalah ular yang dulu pernah ditangkap warga tadi.
Salah satu warga RT 3 RW 9, Darto, mengatakan cukup khawatir dengan keberadaan ular tersebut. Meskipun ia sendiri belum melihat secara langsung ular ini berkeliaran. Hanya saja ia cukup khawatir karena jika longsor maka ular akan mencari tempat baru.
“Ya khawatir juga kalau naik ke rumah warga di atas gimana?,” tegasnya.
Meski begitu beberapa warga sekitar lainnya belum lagi melihat keberadaan ular tersebut. Akan tetapi warga tetap was-was. Menurut informasi warga, ular ini memilik panjang kurang lebih 3 - 6 meter dan besarnya sebetis orang dewasa.


Hal yang sama dikatakan pula oleh Camat Kedungkandang Kota Malang Donny Sandito kepada Malang Post. Ia mengakui ular tersebut membuat khawatir warga yang berada dekat dengan pinggiran DAS Brantas. Itulah mengapa ia juga mengimbau warga untuk waspada dan berjaga-jaga. Untuk menjaga wilayah akan terjadinya longsor susulan juga terhadap keberadaan ular tersebut.
“Warga juga inisitif sejak senin (24/2) buat siskamling lagi. Untuk berjaga ada longsor juga karena ularnya hilang dan ketemu di mana,” ungkap Donny.


Sementara itu kewaspadaan juga meningkat bukan hanya pada warga RW 9 saja, tetapi juga warga RW 10 Kelurahan Kotalama. warga melakukan kerja bakti. Memang sehari sebelumnya kawasan ini juga mengalami longsor.
Lokasi kerja bakti berada di RT 06 RW 10 Jl Muharto Gang VII Kelurahan Kotalama. Menurut Donny pelaksanaan kerja bakti pembersihan dan perbaikan bekas longsoran dilaksanakan bersama-sama antara TNI, POLRI, ASN dan Warga setempat.
“Sehingga nantinya bisa digunakan kembali untuk teman bermain bagi anak-anak sekolah maupun warga setempat,” tegasnya.


Donny menambahkan untuk sementara ini pihaknya hanya bisa berjaga-jaga dan keliling bersama perangkat kelurahan, RT, RW setempat jika hujan lebat mengguyur. Perbaikan plengsengan sudah diajukan ke pihak provinsi sebagai empunya kebijakan. Imbauan keras pada warga yang berada di sempadan sungai terus digaungkan.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...