Kawan Atau Lawan | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 25 Agu 2019, dibaca : 894 , Bagus, Agung

MALANG – Bursa Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang untuk Pilkada tahun 2020 mendatang sudah menghangat. Kemunculan nama Sekda Kabupaten Malang Ir. Didik Budi Muljono, MT, dalam bursa cukup mengejutkan. Namun masih remang-remang, sang Sekda ini jadi kawan atau lawan bagi Plt Bupati Malang H. M. Sanusi.
Munculnya Didik ini sudah menjadi pembicaraan warga Kabupaten Malang. Apalagi pada Idul Fitri tahun 2019 ini, nama foto dan namanya tersebar di seluruh desa di Kabupaten Malang. Ada banner ucapan Idul Fitri bergambar Plt Bupati dan Sekda Kabupaten Malang. Ini adalah banner tak lazim, sebab sangat masif hingga tingkat desa.  
Tak hanya di banner ucapan Idul Fitri. Nama Didik hampir selalu bersanding dengan Plt Bupati di spanduk ataupun banner yang terpasang di beberapa jalan di Kabupaten Malang. Kepada Malang Post, Didik sudah mengakui bahwa dirinya akan maju dalam bursa Pilkada 2020 mendatang. Namun, Didik Budi Muljono, menampik bahwa keberadaan poster tersebut dirinya harus bergandengan dengan Sanusi.
"Poster atau banner yang terpasang tersebut, bukan berarti saya harus bergandengan. Tetapi karena figur di Pemkab Malang, sekarang ini hanya ada dua orang. Yakni, Pak Sanusi sebagai Pimpinan di Kabupaten Malang, sedangkan saya selaku pimpinan ASN," terang Didik.
Meski demikian, Didik tidak mengelak saat ditanya akan maju dalam bursa Pilkada 2020 nanti. Mantan Inspektorat Kabupaten Malang ini, menyatakan siap lahir batin untuk maju. Bahkan, dirinya siap mundur dari jabatan Sekda dan ASN, sebagai syarat ketika nantinya maju Pilkada 2020.
"Kalau Allah SWT meridhoi saya harus maju, dan tentunya didorong oleh partai politik serta masyarakat, maka saya harus berpikir dan segera bersikap," jelasnya.
Apakah N1 atau N2?. Didik hanya tersenyum. Ia mengaku belum menentukan, karena saat ini masih terikat sebagai ASN.
"Lihat perkembangan (peta politik, red) tahun 2020 nanti. Karena Pilkada masih cukup jauh," ujarnya.
Dilanjutkan Didik, secara pribadi memang dirinya sudah siap. Asalkan, memang ada partai yang menginginkan dirinya untuk maju. Tentunya juga harus ada dorongan masyarakat.
Ketika memang ada dukungan yang kuat, maka mau tidak mau, senang dan tidak senang, dirinya harus siap. Alasannya karena amanah serta tugas yang harus dipertanggungjawabkan.
"Sebagai warga Kabupaten Malang, saya harus siap. Terutama nantinya harus bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Malang dan menuntaskan kemiskinan," tutur Didik.
Ada kabar bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sedang mendekatinya?. Didik menyatakan bahwa itu adalah kabar hoax dan isu saja. Tetapi, ketika memang ada Parpol yang mendekati dan menjalin komunikasi dengannya, akan melihat perkembangan ke depannya.
Ketika nantinya memang benar digandeng oleh Sanusi, seperti apa penilaiannya?. Dengan tegas, Didik menjawab bahwa Sanusi adalah sosok pemimpin yang tegas, baik dan santun. Termasuk sangat menguasai banyak masalah pemerintahan di Kabupaten Malang.
"Program kerja selama sekitar setahun menjadi Plt. Bupati Malang, sangat baik. Yakni bisa meneruskan visi misi dari bupati sebelumnya. Termasuk menuntaskan program Madep Manteb Manetep sampai selesai," urainya.
Untuk persiapan sendiri, Didik mengaku sama sekali tidak ada. Ia menunggu perkembangan tahun 2020, karena saat ini masih terikat ASN. Didik menyatakan siap mengundurkan diri jika nanti maju dalam Pilkada.
"Kalau memang ada dukungan Parpol serta masyarakat, maka saya harus siap lahir batin. Karena amanah dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan. Saya siap mengundurkan diri (dari Sekda, Red) sebagai salah satu persyaratan nantinya," tegas Didik
Ditanya Soal Didik, Sanusi Menggeleng
Sementara itu, Plt. Bupati Malang H. M. Sanusi masih enggan membahas soal Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malang. Kepada Malang Post, Sanusi mengatakan belum melakukan persiapan apapun.
”Pilkada masih belum. Belum ada persiapan ke sana,’’ katanya.
Sanusi mengaku, jika selama ini pihaknya mengalir, dan memilih fokus untuk menyelesaikan tugas sebagai Plt. Bupati Malang dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Lantaran itu juga Sanusi pun mengaku belum melakukan koordinasi dengan partai. Baik partai yang mengusungnya pada Pilkada tahun 2015 lalu, maupun partai lainnya.
”Kami saat ini sedang fokus untuk pelantikan anggota DPRD dulu. Jadi belum ada pembicaraan masalah Pilkada,’’ urainya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini akan mulai bersiap, jika tahapan Pilkada sudah keluar. Hanya saja, bagaimana bentuk persiapannya, alumni IAIN Malang (Sekarang UIN Maliki) ini tidak menjelaskan detail. Hanya saja, dia mengatakan jika anggota DPRD telah dilantik dan tahapan sudah dilakukan, maka akan lebih mudah bagi Sanusi untuk melakukan koordinasi.
Tidak hanya dia yang belum memiliki persiapan. Partai yang mengusungnya pada Pilkada tahun 2015 lalu yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pembahasan Pilkada juga belum dilakukan.
”Saya hadir saat  pembukaan muktamar PKB di Bali. Di muktamar, Pilkada juga belum dibahas. Jadi ya menunggu saja,’’ ungkap mantan Guru MA Gondanglegi ini.
Saat Malang Post menanyakan apakah dirinya siap mencalonkan diri? Sanusi pun memilih tersenyum. Dia memilih enggan berkomentar. Termasuk dengan siapa dia akan bergandengan dalam Pilbup tahujn 2020 mendatang, Sanusi enggan berkomentar.
”Tunggu saja, sekarang masih belum,’’ akunya.
Ditanya apakah dia akan menggandeng Sekretaris Daerah, Didik Budi Muljono sebagai pasangannya dalam Pilkada tahun 2020? Ekspresi Sanusi langsung berubah, bibirnya seperti mencep, lalu ia menggelengkan kepala. Menurut dia, untuk mencalonkan diri harus ada partai yang mengusung. ”Bisa juga independent. Tapi ya itu masih belum. Kami belum membahas itu,’’ tegasnya.
Sanusi juga enggan memberikan penilaianya kepada Didik terkait opsi jika maju Pilbup. Dengan alasan tidak memiliki kapasitas. Dia hanya mengatakan jika sebagai sekretaris daerah, Didik menjalankan tugas secara profesional dan disiplin.(ira/agp/ary)



Loading...