Kasus ZA Siswa SMA Bela Diri Bunuh Begal, Jaksa Agung Dicecar Komisi III | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 21 Jan 2020,

MALANG POST - Dikutip dari kumparan.com, yang dilakukan seorang pelajar (ZA) demi melindungi sang pacar diangkat dalam rapat kerja Komisi III dengan Kejaksaan Agung, Senin (20/1). Dalam kasus ini, ZA didakwa hukuman penjara seumur hidup. Jaksa Agung dicecar oleh Fraksi Gerindra.
Pertanyaan kasus itu disampaikan oleh Muhammad Syafi'i dari Fraksi Gerindra.  
"Kasus yang lagi viral, anak muda yang mau dibegal diancam hukuman seumur hidup, saya kira ini dahsyat sekali. Mungkin itu saja," kata Syafi'i di Ruang Rapat komisi III, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).
Jaksa Agung ST Burhanuddin lalu menjawab, dia menjelaskan, bahwa tak ada keinginan dari begal untuk memperkosa kekasih ZA.  "Untuk perkara begal anak-anak di Malang dan kalau nanti berkasnya secara penuh, sebenarnya tidak ada keinginan dari begal itu untuk memperkosa," kata Jaksa Agung.
Seperti diketahu, pelajar ZA mengaku seorang begal bernama Misnan meminta agar ZA menyerahkan teman wanitanya untuk diperkosa begal. Tak terima, ZA mengambil pisau di jok motornya dan menusuk Misna yang kemudian tewas. ZA mengaku pisau itu merupakan peralatan untuk kegiatan prakarya di sekolah.
Sementara Jaksa Agung menyebut, pisau tersebut digunakan membela diri dari ancaman begal, tapi dalam kondisi 'tidak terpaksa penuh'.
"Kemudian si anak-anak ini (ZA), itu sudah membawa senjata tajam dan itu yang digunakan oleh si anak itu walaupun untuk membela diri, dan itu membela diri dalam keadaan tidak terpaksa penuh," papar Burhanuddin.
Menanggapi pernyataan tersebut, Bakti Riza Hidayat, SH, koordinator pengacara ZA, melalui rilisnya mengatakan bahwa dalam surat dakwaan JPU, No. Reg. Perk: PDM 01/KPJEN/Epp.A.2/01/2020 yang disampaikan pada tanggal 14 Januari 2020 dalam sidang perdana pembacaan dakwaan, JPU mendakwakan kepada anak ZA dengan pasal berlapis. Kesatu, dakwaan primair pasal 340 KUHP, subsider 338 KUHP lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP. Atau kedua, pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 12 tahun 1951.

   Baca juga : Hotman Paris Bersuara, Minta Tolong Presiden RI


Sehingga dikatakannya, bahwa berdasarkan bahwa memang konstruksi pembuktian dari JPU adalah memprioritaskan dakwaan primer, yakni pasal 340 KUHP. Bahwa dalam resume perkara Polres Malang terdapat peristiwa yang merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh Misnan dan M. Ali Wafa yaitu adanya peristiwa perampasan sepeda motor, HP dan bahkan ancaman pemerkosaan kepada teman anak ZA yaitu saksi (VN).
“Apalagi pada persidangan tanggal 20 Januari 2020 dengan agenda saksi, pelaku M. Ali Wafa dan saksi (VN) sudah mengakui adanya ancaman pemerkosaan berulang kali oleh Misnan dan M. Ali Wafa kepada Saksi (VN),” tutur Bakti Riza.
Sedangkan terkait tanggapan Kejaksaan Agung, Bakti menegaskan, bahwa tindakan anak ZA, merupakan tindakan spontanitas untuk membela diri serta membela  saksi (VN) yang diancam oleh Misnan dan M. Ali Wafa. Ancaman dengan perkataan tersebut, bunyinya :
“ Wes ngene ae lek koen gak gelem ngekei barang-barangmu, pacarmu tak gawe ae. Gak suwe kok mek telung menit ae. Paling arek wedok digawe terus digae mlaku ya nutup maneh”.  (Udah gini aja, kalau kamu gak mau menyerahkan barang barangmu pacarmu tak perkosa saja. Tidak lama kok cuma 3 menit.  Perempuan kalau sudah disetubuhi dan dibawa jalan vaginanya sudah menutup lagi).
Dan keterangan tidak diperkosa, dikatakan  Bakti, tidak sesuai dengan fakta persidangan. Karena M. Ali Wafa (Salah satu begal) menyatakan ada ancaman pemerkosaan terhadap VN.
Apakah kemudian harus ada perbuatan pemerkosaan dulu baru bisa membela diri? Dengan pembelaan diri secara spontan dengan menusuk memakai pisau, tentu bukan tindak pidana pembunuhan berencana. Karena kondisi ZA dalam keadaan tertekan.
“Dan terkait dengan pisau yang dibawa ZA, guru ZA menyatakan bahwa pisau yang dibawa ZA itu adalah untuk kegiatan di kelas. Dan masih ada dalam jok sepeda motor,” katanya.(agp/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...