MalangPost - Kasus DBD Mulai Mengancam Warga

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Kasus DBD Mulai Mengancam Warga

Jumat, 26 Jun 2020, Dibaca : 2064 Kali

MALANG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang menempati urutan tertinggi di Jawa Timur. Sesuai data Provinsi Jawa Timur per Kamis (25/6), angka kasus DBD mencapai 1021 kasus. Tingginya angka tersebut langsung disikapi serius Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan melakukan fogging.
“Fogging akan kami lakukan jika di satu wilayah seperti RW atau dusun ada lebih dari dua kasus demam berdarah,’’ ucap Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.


Saat ini dikatakan Arbani ada dua kecamatan yang melaporkan permintaan fogging. Yakni Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Pakis.
Disinggung dengan jumlah data kasus DBD? Orang nomor satu di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang ini mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun dia mengatakan tingginya kasus DBD sebetulnya terjadi sejak awal tahun.
“Bulan Januari dan Febuari itu tinggi. Namun terjadi penurunan di bulan Maret,’’ kata mantan direktur RSUD Lawang ini. Dia pun berharap kenaikan angka DBD di Kabupaten Malang tidak sebesar tiga bulan sebelumnya.


Seiring dengan meningkatnya kasus DBD tersebut, Arbani mengatakan Dinkes sedang menyiapkan tenaga medis. Dia tidak memungkiri, dengan meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Malang ini, pihaknya cukup kawalahan. Terlebih saat ini masih pandemi Covid-19.
“Utamanya di wilayah Malang Utara, pekerjaan mereka lebih (intensitas) dibandingkan wilayah Malang Selatan karena volume pekerjaan mereka lebih tinggi dan bahkan sampai overload,” tambah mantan Plt Direktur RSUD Kanjuruhan ini.


Lantaran itulah, Arbani mengatakan sudah menyiapkan pola memberikan back up atau bantuan tenaga medis. Dimana tenaga medis yang wilayahnya tidak terlalu banyak menangani pasien akan diperbantukan ke wilayah yang banyak menangakani pasien. Pola tersebut juga sudah diterapkan di safe house. Dimana ada 10 tenaga medis yang diperbantukan di sana. “Kami akan terapkan juga di puskesmas maupun rumah sakit yang sudah overload pekerjaannya,” tandasnya.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika