MalangPost | Karadenta Skin Clinic Batasi Jumlah Treatment

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Karadenta Skin Clinic Batasi Jumlah Treatment

Kamis, 09 Apr 2020, Dibaca : 4713 Kali

MALANG – Merebaknya virus COVID-19 berdampak langsung pada beberapa bidang bisnis, khususnya Karadenta Skin Clinic yang bergerak pada bisnis klinik kecantikan.  Melihat tingginya angka infeksi di Indonesia, khususnya Malang Raya membuat masyarakat dan juga pengusaha klinik kecantikan lebih berhati-hati.  


Therapist Karadenta Skin Clinic Malang, Widya Dewi mengungkapkan sejak ditetapkannya imbauan dari pemerintah terkait physical distancing, Karadenta Skin Clinic sudah sangat membatasi berbagai pelayanan treatment langsung.
“Kami sangat membatasi untuk pelayanan treatment, jadi lebih fokus untuk penjualan produk secara online. Jam operasional kini hanya pukul sembilan sampai lima sore saja. Kondisi pandemic ini tentu berdampak besar bagi kami. Namun kami memilih untuk saling melindungi baik customer maupun karyawan Karadenta Skin Clinic,” ungkap Widya.


Meski dibatasi, Karadenta Skin Clinic Malang masih melakukan treatment sesuai persetujuan klien dan dengan berbagai syarat.
“Apabila customer benar-benar ingin melakukan perawatan, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan mengukur suhu tubuh. Customer harus benar-benar fit dan wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Tidak hanya customer setiap hari kami juga selalu memantau kondisi dari therapist kami,” ujar Widya.


Lebih lanjut, Widya mengatakan, Karadenta masih menawarkan berbagai macam promo yang dapat dinikmati oleh customer. Untuk layanan treatment, customer bisa melakukan transfer terlebih dahulu, sedangkan treatment bisa diambil di kemudian hari tanpa ada batas waktu.
“Beberapa promo treatment diantaranya Barbie Skin, Ultimate, Renewal Under Arm diskon hingga 50 persen hingga akhir April 2020. Customer bisa reservasi dan transfer terlebih dahulu, treatment bisa diambil menyusul kapanpun setelah kondisi pandemic ini berakhir. Sedangkan untuk produk diskon hingga 15 persen,” tutup Widya pada Malang Post. (ae6/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Redaksi