Kapolres Makota Beri Trauma Healing Korban Penamparan | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 429 , Halim, fino

MALANG - Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander sambang ke kediaman dari Novan, remaja sekaligus korban pemukulan motivator Agus Setiyawan. Minggu siang, Dony didampingi Kasatreskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna dan jajaran Unit PPA, menemui Novan beserta keluarganya.
“Kunjungan kami ini adalah untuk memastikan kondisi korban, baik fisik maupun psikis. Tujuannya untuk trauma healing, supaya mereka tidak syok lagi atas kejadian yang menimpa mereka,” ujar Dony kepada wartawan di kediaman Novan, di Dusun Jetak Lor Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang.
Di rumah Novan, Dony juga menemui Wahyu dan Afandi, yang juga menjadi korban penamparan motivator. Polres Makota membawa satu psikolog Polres Makota untuk mengecek kondisi kesehatan psikis korban. Dony menegaskan trauma healing diperlukan untuk menyemangati lagi para siswa.
“Jangan sampai mereka masih merasa takut dan akhirnya kegiatan belajar dan kegiatan sehari-hari mereka terganggu,” ujar Dony. Menurut perwira polisi dengan pangkat dua melati emas di pundaknya itu, peristiwa pemukulan terhadap anak ini berpotensi meninggalkan bekas luka mental.

Baca Juga : Cegah Provokasi, Patroli Skala Besar


Jika tak ditanggulangi dengan bijak, maka anak akan tumbuh dengan luka. Hal ini bisa menghambat kondisi psikologisnya. Terutama, karena mereka ditampar tanpa sebab dan alasan yang jelas. Apalagi, bukan orang tua atau guru yang melakukan tindakan mendidik anak dan murid, melainkan seorang motivator.
 “Seorang motivator, harusnya memberikan nilai-nilai positif agar siswa menyerap hal positif. Kami prihatin karena tidak seharusnya hal tersebut terjadi,” sambung Dony.
Orang  tua Novan, Senan, yang juga seorang penjual nasi goreng, berterimakasih atas perhatian dari Polres Makota. Senan adalah satu dari 10 orangtua siswa yang terpukul dan syok melihat putra tercintanya ditampar orang lain tanpa alasan yang jelas di acara motivasi.

“Kami bersyukur dan berterimakasih atas perhatian dari Polres Makota. Kami senang karena pelakunya juga sudah ditindak,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, motivator Agus Setiyawan, atau Agus Piranhamas, diamankan oleh Polres Makota karena menampar 10 siswa SMK 2 Muhammadiyah Malang dalam acara motivasi. Dia dijerat pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(fin/lim)



Sabtu, 16 Nov 2019

Buron Rampok Ditembak

Sabtu, 16 Nov 2019

Dihajar, Mahasiswa Lapor Polisi

Sabtu, 16 Nov 2019

Ditinggal Mandi, Motor Amblas

Loading...