Kakak Tusuk Adik sampai Tewas | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 31 Agu 2019, dibaca : 947 , halim, ira

MALANG – Nahas dialami Sujianto, 30, warga Dusun Bandung RT01 RW01, Desa/Kecamatan Donomulyo. Dinihari kemarin dia meregang nyawa, setelah ditusuk oleh Suroso, 40, warga Dusun Kali Pakem, RT07 RW02, Desa/Kecamatan Donomulyo yang tak lain kakaknya sendiri. Korban meninggal dunia saat dalam perawatan tim medis RSSA Malang, dengan luka diperut. Sementara pelaku langsung diamankan oleh anggota reskrim Polsek Donomulyo.
”Dari tangan tersangka kami mengamankan barang bukti pisau dapur yang digunakannya menusuk korban,’’ kata Kanit Reskrim Polsek Donomulyo Ipda M Arief Karnawan.
Kepada Malang Post, Arif mengatakan tragedi penusukan itu terjadi Kamis (29/8) pukul 19.30 di rumah korban. Semula sekitar pukul 18.30, pelaku dan korban bertemu di warung kopi di depan rumah korban. Saat bertemu, pelaku meminta uang bagian hasil konter penjualan HP yang dikelola korban. Oleh korban, pelaku disuruh menunggu di rumahnya lantaran korban akan tahlilan di rumah tetangga.
”Tersangka menurut, dia menunggu di rumah korban,’’ kata Arif. Selang satu jam kemudian, korban pulang. Dia langsung menuju ke lantai dua rumahnya. Saat itulah tragedi berdarah terjadi. Pelaku yang sudah membawa pisau dapur langsung menusuk perut korban. Dia menusuk tanpa mengatakan apa-apa. Tusukan pisau yang dalam ini membuat tubuh korban seketika ambruk bersimbah darah.
Melihat korban ambruk tersangka pun langsung kabur. Sementara korban langsung ditolong oleh anggota keluarganya yang lain. Korban yang mengalami luka parah di perut langsung dibawa ke Puskesmas Donomulyo. Namun karena lukanya sangat parah, pihak Puskesmas merujuk korban ke RSSA Malang. Tapi sayang, meskipun tim medis sudah berusaha, nyawa korban tidak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.00 dinihari kemarin.
Meninggalnya korban pun langsung dikabarkan tim medis RSSA Malang kepada anggota reskrim Polsek Donomulyo. Saat itu juga petugas mendatangi kamar jenazah RSSA Malang dan pagi harinya jenazah korban langsung diotopsi. ”Tersangka sudah kami amankan, sekarang masih dilakukan pemeriksaan,’’ kata Arif.
Apa yang menyebabkan tersangka berperilaku sadis kepada korban, adik kandungnya sendiri? ”Tersangka mengaku dia yang memberikan modal saat korban mendidirikan konter. Namun korban tidak pernah menganggap tersangka, dan hasil penjualan HP dari konter digunakan sendiri,’’ ungkapnya. Dan inilah yang membuat tersangka marah sehingga melakukan penusukan.
Ironisnya, ternyata penusukan sudah direncanakan oleh tersangka sebelumnya. Bahkan pisau dapur yang digunakan tersangka dibawa dari rumahnya. ”Antara korban dan tersangka ini tidak tinggal satu rumah. Mereka tinggal di dusun sebelahan,’’ ungkapnya.
Arif juga mengatakan hingga tadi malam, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka secara intensif. Itu karena tersangka kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah. ”Selain memeriksa tersangka Suroso, kami juga akan memeriksa keluarga korban maupun tersangka,’’ tandas Arif.(ira/lim)



Loading...