Kades Jedong Resmi Tersangka | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kades Jedong Resmi Tersangka

Minggu, 26 Jan 2020,

MALANG – Kasus dugaan pungli yang menjerat Tekat Wahyudi, Kades Jedong, Wagir memasuki babak baru. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo Dia menegaskan bahwa sudah ada perubahan status dari Tekat. Sebelumnya, status Tekat masih terlapor ketika berita OTT Saber Pungli mencuat.
“Setelah kami koordinasi dengan inspektorat Pemkab Malang dan membahas keterangan saksi serta bukti-bukti yang ada, yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada Malang Post, Minggu. Perubahan status dari terlapor menjadi tersangka, menjadi indikasi bahwa penyidik Satreskrim Polres Malang, memiliki cukup bukti yang bisa menjerat Tekat ke meja peradilan.
Sebab, sebelum ada kepastian data keterangan saksi dan bukti-bukti, sulit bagi penyidik untuk melangkahkan kaki ke tahapan penyidikan dan penetapan tersangka. Dengan statemen Kasatreskrim ini pula, Tekat dipastikan bakal menjalani proses selanjutnya. Yakni, pemeriksaan intensif dan penyidikan lanjutan.
Perwira dengan gelar sarjana hukum tersebut menerangkan, penyidik Satreskrim akan melengkapkan barang bukti dan tambahan saksi. “Kami segera melengkapi alat bukti dan saksi-saksi,” tambah perwira alumnus taruna terbaik Akpol angkatan 2009 itu. Dengan proses ini, Tekat diharuskan mengikuti serangkaian pemeriksaan.
Terutama, melakukan cek recek keterangan dari saksi, dikonfrontasikan dengan keterangan Tekat di depan penyidik. Kasatreskrim menambahkan, selama proses penyidikan berjalan lancar, dengan semua pihak kooperatif dalam memberikan keterangan dan alat bukti, berkas dari Tekat bisa dengan cepat dilemparkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Tahapan setelah kelengkapan alat bukti dan saksi, adalah mengirimkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Kepanjen,” tambahnya. Selama proses penyidikan, penyidik bakal berkoordinasi dengan jaksa yang ditunjuk oleh Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, untuk menyamakan bahan dan keterangan sebelum P-21 dan relas, dari tahanan Polres Malang, ke tahanan Kejaksaan Negeri Kepanjen.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Jedong, Tekat Wahyudi, tertangkap tangan karena diduga meminta jatah untuk pembuatan Akta Jual Beli dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ketika digerebek Saber Pungli Polres Malang, disita sejumlah barang bukti. Yaitu, Rp 10 juta tunai dalam amplop cokelat, serta smartphone Samsung A500, yang disinyalir berisi transkrip percakapan.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...