Malang Post - Jonathan Bauman Tetap Aman

Minggu, 29 Maret 2020

  Mengikuti :


Jonathan Bauman Tetap Aman

Kamis, 20 Feb 2020

MALANG - Kartu merah Jonathan Bauman masih hangat di perbincangan di kalangan Aremania. Diusirnya Bauman dianggap sebagai biang kekakalah tim Arema FC dan banyak yang penasaran, mengapa pemain asal Argentina itu melakukan pelanggaran tidak perlu yang berujung timpangnya kekuatan Singo Edan dengan Persebaya.
“Sebenarnya itu sudah berlalu sih. Tapi, memang itu kesalahan yang fatal dan berpengaruh pada kekuatan tim,” ujar Aremania Singosari, Firda Sheilajaya.


Banyak pihak kecewa dengan aksi Bauman yang menendang Arif Satria dalam kondisi tanpa bola. Aksi tersebut kontan membuat Fariq Hitaba mencabut kartu merah.
“Sebagai pemain asing, sorotan lebih besar pasti juga mengarah kepadanya. Dia harusnya juga menjadi contoh. Siapapun yang melihat, pasti bertanya-tanya, ada apa,” papar dia kepada Malang Post.


Ia berharap, Bauman bisa lebih mengontrol emosi. Apalagi, di kompetisi mendatang, Arema bakal menjalani banyak laga dengan tensi tinggi.
“Kalau tim tidak siap, dalam pertandingan krusial, tentunya sangat merugikan,” jelasnya.
Namun beruntung, manajemen hingga tim pelatih tidak memiliki patokan tinggi untuk turnamen Piala Gubernur Jatim 2020 ini. Turnamen ini hanya jadi ajang penilaian kemampuan pemain sebelum menuju kompetisi Liga 1 2020.
Pelatih Arema, Mario Gomez pun mengakui, bila sang pemain sudah meminta maaf. Dan dia tidak mau mempermasalahkan terlalu panjang.
"Dia sudah meminta maaf dan mengakui itu sebagai kesalahan. Ini akibat permainan agresif Arema. Saat ada pemain yang salah berpikir dalam satu detik saja, itu bisa terjadi," ucap Gomez.


Dia justru melihat apa yang terjadi bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pemain Arema. Agar pemain tidak terganggu dengan hal di luar teknis pertandingan, termasuk tensi tinggi di luar lapangan.
General Manager Arema, Ruddy Widodo pun mengatakan, tak ada evaluasi khusus terkait Bauman. Namun, dia menilai pengalaman kartu merah Bauman itu, pelajaran bagi skuad Arema yang dihuni banyak pemain muda.
“Ini pengalaman untuk anak-anak muda juga. Harus pintar, main keras itu bukan berarti kasar,” terangnya.


Selain itu, kehilangan satu pemain itu, berpengaruh pada tim. Ia meminta, selanjutnya tim mengantisipasi hal-hal demikian. “Kami positif thinking. Salah satunya, bagaimana nanti ketika harus bermain dengan minus satu pemain,” pungkas dia. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi

  Berita Lainnya





Loading...