Jokowi Tetapkan Singosari Jadi KEK

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 1179 , bagus, fino

MALANG - Presiden RI Joko Widodo menetapkan Singosari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Peresmian KEK Singosari, ditandai dengan Peraturan Pemerintah nomor 68 tahun 2019 tentang KEK Singosari, yang ditandatangani Jokowi pada 27 September 2019 lalu. Kementerian Pariwisata RI, mewakili Jokowi untuk menyerahkan PP nomor 68 tahun 2019 kepada Pemprov Jatim.
Menpar RI, Arief Yahya menyerahkan PP nomor 68 tahun 2019 kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (8/10) sore di Museum Singhasari. Dia menarget Jatim bisa menembus wisatawan mancanegara 1 juta orang, dengan KEK Singosari sebagai zona digital tourism dan ekonomi kreatif sekaligus buffer untuk Bromo Tengger Semeru (BTS).
Target ini harus dicapai ketika KEK Singosari finish dan mulai beroperasi untuk menerima investor. “Tahun 2017, jumlah wisatawan manca berjumlah 250 ribu, tahun 2018 sejumlah 320 ribu. Target, Jatim dikunjungi 1 juta wisatawan manca, dengan estimasi pemasukan 1,25 miliar USD,” ujar Arief kepada wartawan, Selasa sore.
Pemerintah pusat siap mendukung KEK Singosari untuk menjadi pilar pendukung destinasi utama Bromo Tengger Semeru (BTS) yang menjadi satu dari 10 destinasi prioritas Indonesia.
Dukungan dari pemerintah pusat, adalah infrastruktur dan amenities atau utilitas dasar.
“Contohnya, adalah pembangunan pintu tol Singosari, untuk menguatkan infrastruktur dan akses ke KEK Singosari. Selain itu, saya menyarankan, agar Bandara Abd Saleh menjadi bandar udara internasional, sebagai solusi sementara untuk mendukung KEK Singosari,” sambung Arief saat didampingi Khofifah dan Bupati Malang HM Sanusi.
Dalam skala nasional, wisatawan mancanegara yang menyambangi Indonesia tahun 2018, berjumlah 10 juta orang. Sekitar 40 persen berkunjung ke Bali dan sekitarnya, 30 persen ke Jakarta sekitarnya dan 20 persen ke Kepulauan Riau. Sementara, 10 persen sisanya, tercecer ke berbagai daerah.
Jawa Timur, menyumbang sekitar 3 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara. Yogyakarta dengan segala warisan tradisi, menyumbang sekitar 1 persen. Karena itu, KEK Singosari yang diarahkan sebagai digital tourism dengan BTS sebagai pusatnya, diharap menjadi katrol volume wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.
Dia menegaskan, KEK Singosari akan memiliki kelebihan dibandingkan kawasan lain. Pertama, deregulasi atau kemudahan perizinan dalam berinvestasi. Arief menegaskan, KEK hanya membutuhkan satu hari untuk membuka jalan bagi investasi yang masuk. Kedua, dia menyebut KEK didukung infrastruktur dan utilitas yang krusial bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, KEK memberi kemudahan fiskal bagi investor. Dengan menyerap investasi, serta memberi dispensasi perpajakan, investor akan nyaman menyalurkan dana segar untuk memberi stimulus pertumbuhan ekonomi dan industri di KEK Singosari.
Kawasan Ekonomi Khusus Singosari, berada di tiga desa di Kecamatan Singosari, yakni Desa Klampok, Desa Purwoasri dan Desa Lang-Lang di atas lahan seluas 283,1 hektar. Percepatan langsung dilakukan begitu PP 68 tahun 2019 diserahkan Menpar RI kepada Gubernur Jatim.
David Santoso, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama, menandatangani MoU dengan representasi tiga perusahaan demi mengawlai akselerasi KEK Singosari sebagai zona digital turisme. Yakni, Executive Vice President Telkom Region 5, Suparwiyanto untuk penyediaan jaringan internet.
Lalu, General Manager PLN Jatim Bob Saril untuk penyediaan listrik, serta Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi untuk air bersih. “Sekarang target kami di KEK Singosari adalah percepatan dan akselerasi penyediaan utilitas dasar seperti internet, listrik dan kebutuhan air bersih,” sambung David.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi langkah awal yang krusial bagi percepatan KEK Singosari setelah penyerahan PP 68 tahun 2019 dari Kemenpar RI kepada Pemprov Jatim. Khofifah berharap KEK Singosari, bisa menjadi pelopor sekaligus pilot project dalam membangun industri teknologi di Jawa timur.
“Karena kebutuhan cloud and computing dan, demi pilot project industri teknologi di Jawa Timur, KEK Singosari harus segera beroperasi. Sekarang, KEK Singosari harus menjadi pusat turisme dan digital world Jawa Timur. Jatim kondusif, silakan datang untuk investasi,” sambung Khofifah.
Bupati Malang, mengaku gembira dengan turunnya PP 68 tahun 2019 tentang KEK Singosari. Menurut Sanusi, turunnya peraturan pemerintah tentang kawasan khusus ini bakal mendorong Kabupaten Malang untuk naik level sebagai kawasan penting di Jawa Timur dan Indonesia. “Saya berharap KEK Singosari, bisa mewujudkan spirit Kabupaten Malang sebagai heart of East Java, jantungnya Jawa Timur,” tutupnya. Penyerahan PP 68 tahun 2019, disaksikan oleh Deputi Menteri Ekonomi, Kepala BI Jatim, Kasdam 5 Brawijaya, Kasdivif 2 Kostrad, Danrem 083, Bakorwil Jatim, Kadispers Lanud dan perwakilan Pemkab Pasuruan.(fin/ary)



Loading...