Jokowi Ancam Pecat Pejabat Lelet | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 21 Okt 2019, dibaca : 390 , vandri, net

JAKARTA- Presiden Joko Widodo meminta menteri, pejabat, dan birokrat serius memenuhi tujuan program pembangunan di periode kedua pemerintahannya. Jokowi mengancam akan mencopot pejabat negara yang tidak serius bekerja dan lamban. Sementara itu, tiga kepala daerah di Malang Raya titip sejumlah aspirasi yang bisa menjadi prioritas pembangunan.  
"Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," kata Jokowi saat berpidato usai pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10) kemarin.
Jokowi menjabarkan lima prioritas yang akan dikerjakan selama lima tahun ke depan. Pertama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang pekerja keras, dinamis.
"Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita. Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita," ujar Jokowi.
Prioritas kedua pembangunan infrastruktur yang akan dilanjutkan. Infrastruktur akan menghubungikan kawasan produksi dengan kawasan distribusi yang mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.
Lalu, prioritas ketiga adalah penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi. Jokowi berkata pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar.
"Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM," kata Jokowi.
Dua UU itu, kata Jokowi, akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.
"Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi," ujar Jokowi.
Prioritas keempat yakni penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Jokowi menekankan bahwa prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus dipangkas.
"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," tuturnya.
Terakhir, Jokowi mengatakan pemerintahannya lima tahun ke depan memprioritaskan transformasi ekonomi. Transformasi yang dimaksud adalah dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  

Baca Juga : Pak Presiden Jangan Ingkar Janji Ya...

 

Hari Ini Umumkan Menteri
Usai dilantik kemarin, Presiden Jokowi dan Wapres KA Ma’ruf Amin mengumumkan menteri Senin (21/10) hari ini.  Nama-nama yang akan menjadi menteri sudah dikantongi.
Presiden ketujuh RI itu akan mengajak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin untuk mengenalkan nama-nama menterinya. “Pagi, bersama Pak Wapres (Kiai Ma’ruf). Besok akan saya kenalkan,”  tuturnya kemarin.
Hanya saja, mantan gubernur DKI itu tidak menjelaskan soal waktu pelantikan bagi menteri-menterinya untuk kabinet mendatang. “Mengenai pelantikan, semestinya setelah dikenalkan,” kata presiden yang telah memulai periode kedua pemerintahannya itu situ. (cni/jpg/van)



Loading...