JKJT Gelar Nikah Massal IV, 283 Pasangan Jadi Pengantin Baru Lagi | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 08 Nov 2019, dibaca : 579 , udi, ira

MALANG – Sebanyak 283 pasangan mengikuti nikah massal IV Jumat (8/11) , di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim Kota Malang. Kegiatan yang digelar Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) itu dihadiri para pejabat Kabupaten Malang dan Kota Malang. Diantaranya, Bupati Malang H M Sanusi, Wali Kota Malang, H Sutiaji, Danrem 083/Bdj Kol Inf Zainuddin, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Tommy Anderson, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dan Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander.

   Baca juga :

Pasangan Calon Pasutri Ikut Nisah Massal

Menikah 40 Tahun Yang Lalu, Baru Miliki Surat

Heri Cahyono Siap Maju Independen di Pilbup Malang 2020


Dalam sambutannya, Bupati Malang H M Sanusi, menyampaikan selamat kepada peserta nikah. Sekalipun tidak semuanya merupakan pengantin baru, namun event ini dikatakan Sanusi adalah moment yang sangat membahagiakan. Menurut orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang, para peserta nikah massal ini tidak hanya sah menurut agama. Tapi pernikahan mereka tercatat di negara.
”Dengan tercatatnya pernikahan pasangan suami istri ini, maka akan memudahkan untuk mengurus dokumen kependudukan lainnya. Terutama saat anak-anak mereka lahir, maka akan lebih mudah dalam mengurus akta kelahiran,’’ katanya.
Sanusi tidak menampik, di Kabupaten Malang masih banyak warga yang sudah menikah, tapi belum memiliki surat. Sanusi meminta Dinas Sosial Kabupaten Malang untuk segera melakukan pendataan, sekaligus membantu mengurus.
Sementara itu, Wali Kota Malang H Sutiaji, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada JKJT yang menyelenggarakan kegiatan Nikah Massal IV ini. Menurut dia, ide membuat kegiatan nikah massal ini merupkan hal yang luar biasa. Terlebih tujuannya tidak sekadar membantu pasangan suami istri mendapatkan buku nikah. Tapi juga memudahkan mereka dalam mengurus administrasi kependudukan lainnya.  
Kepada pasangan mempelai, Sutiaji tak lupa mengucapkan selamat. Dia berdoa kepada seluruh pasangan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. ”Semoga anak-anak yang lahir menjadi anak soleh dan solehah,’’ tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari JKJT Zaenal Saifudin mengatakan, nikah massal ini merupakan  kegiatan rutin yang dikegar JKJT. Dia mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian, kepada masyarakat. Terutama mereka yang belum mencatatkan pernikahannya pada negara. ”Sebetulnya bukan mencatatkan nikahnya yang menjadi prioritas kami. Tapi dokumen kependudukan lainnya yang jadi target kami. Terutama dokumen kependudukan untuk anak-anak yang mereka (pasurti) lahirkan,’’ ungkapnya.
Apalagi, menurut Zaenal, saat ini untuk pendaftaran sekolah anak harus memakai akta kelahiran. ”Syarat mengurus akta kelahiran ini adalah buku nikah. Makanya itu, kami pun bergerak,’’ katanya.
Dia mengaku event  nikah massal yang ke empat diselenggarakan JKJT ini pesertanya lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah yang lebih banyak sebagai bukti, kesadaran masyarakat terkait administrasi kependudukan semakin tinggi.
Sementara itu, nikah massal itu diawali dengan arak-arakan seluruh pasangan pengantin. Start di Jalan Blitar 12 (sekretariat JKJT) peserta keliling Kota Malang. Semua peserta sangat bersemangat dan bahagia, mengikuti prosesi itu. Bahkan sampai di Pendopo Kabupaten Malang, mereka langsung menempati tempat duduk yang disediakan. Secara simbolis, pernikahan massal diikuti enam pasangan. Mereka mewakili seluruh agama, dan semuanya tampak bahagia. (ira/adv/udi)



Loading...