Jika Prabowo Menhan, Kelola Dana Rp 127,4 Triliun | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 576 , bagus, net

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah tokoh yang ditawari posisi menteri, Senin (21/10). Yang paling menarik adalah dipanggilnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang konon diminta membantu pertahanan. Jika Prabowo memang menjadi menteri pertahanan, ia akan mengelola dana sekitar Rp 127,4 triliun.
Prabowo sendiri  mengatakan partainya siap membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan. Prabowo mengaku diminta untuk mengurus bidang pertahanan oleh Jokowi.

Hal itu disampaikan Prabowo usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10). Prabowo menghadap Jokowi bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Mereka berbicara sekitar satu jam.

Bidang pertahanan mendapat perhatian lebih pemerintahan Jokowi. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapat alokasi sebesar Rp127,4 triliun.
Jumlah anggaran tersebut meningkat drastis dari proyeksi tahun ini yang sebesar Rp109,6 triliun. Kemenhan menjadi kementerian/lembaga yang mendapat alokasi anggaran paling besar.
Di bawah Kemenhan, kementerian/lembaga yang mendapat anggaran besar antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejumlah Rp120,2 triliun serta Polri sebesar Rp90,3 triliun.

Baca Juga : Sudah Pakai Kemeja Putih, Ternyata Tetty Tidak Dipanggil Jokowi


Prabowo sendiri belum bicara gamblang soal posisi yang akan diisi oleh kader Gerindra. Mantan Danjen Kopassus itu hanya menyebut dua orang yang hadir bakal menjadi menteri di kabinet Jokowi periode kedua.

"Pak Presiden yang akan mengumumkan. Jadi mungkin ada sedikit konfirmasi, tempatnya di mana, tapi intinya adalah beliau sendiri yang akan umumkan mungkin nanti hari Rabu," ujarnya.

Prabowo memastikan bahwa pihaknya akan membantu dan bekerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan Jokowi.

Prabowo dan Edhy Prabowo menjadi orang terakhir, yang terekspos media. Presiden Jokowi memanggil sejumlah tokoh ke Istana Negara sejak pagi. Mahfud MD jadi tokoh pertama yang terpantau mendatangi Istana Negara.
Usai bertemu Jokowi, Mahfud mengungkapkan dirinya diminta menduduki kursi menteri. Setelah Mahfud ada mantan CEO Gojek Nadiem Makarim, Wishnutama bos Net TV, Direktur Mahaka Media Erick Thohir, Ketua Golkar Airlangga Hartarto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lantas Pratikno, Fadjroel Rahman, dan Nico Harjanto (Direktur Populi Center).

Mahfud MD sendiri pagi tadi telah menyambangi Istana Negara atas undangan Presiden Joko Widodo. Dia bahkan membenarkan bahwa dirinya ditawari posisi sebagai menteri namun dia enggan menyebut menteri bidang apa yang akan dia jabat.

"Saya tadi dipanggil Pak Presiden. Intinya saya diminta mengisi posisi menteri," katanya.
Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan pengusaha Erick Thohir mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan di bidang perekonomian.

Saat diwawancara wartawan, Airlangga memberi sinyal bahwa Presiden Jokowi akan memberikan kursi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada dirinya di pemerintahan kabinet baru.

"Tantangannya terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan," ungkap Airlangga kepada awak media usai bertemu dengan Kepala Negara.
Lain lagi dengan Wishnutama, pendiri media NET Mediatama Televisi diminta menjadi menteri yang menangani bidang kreativitas bangsa.
"Saya diminta membantu beliau untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu meningkatkan devisa," ungkap Wishnu.
Kabarnya, pengumuman menteri akan dilakukan pada Rabu (23/10) mendatang. Rencananya, pelantikan akan dilaksanakan sejak pagi hari.(cni/ary)



Loading...