Jembatan Muharto Segera Dibenahi | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 1179 , parijon, amanda

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan segera melakukan perbaikan Jembatan Muharto. Berdasarkan hasil uji forensik yang dilakukan akademisi, jembatan yang memiliki panjang sekitar 40 meter itu mengalami penurunan konstruksi sekitar 10 sentimeter.
"Satu bulan lalu, kami melakukan  pengecekan konstruksi jembatan. Memang harus segera diperbaiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso.
Selain mengalami penurunan, hasil uji forensik juga menunjukkan pada jembatan tersebut juga terjadi korosi di gelagar yang menyangga rangka jembatan. Korosi tersebut disebabkan oleh air yang mengalir dari retakan plat menuju ke gelagar.
Menurut pria yang akrab disapa Soni itu, dari sembilan gelagar yang ada di Jembatan Muharto, lima gelagar kondisinya cukup memprihatinkan. Bahkan, web dan flens yang ada di jembatan itu juga terputus. Sementara, di bawah jembatan juga terdapat retakan di bagian lantai beton.
“Gelagar yang paling kuat ini yang di tengah. Yang parah ini yang di samping kanan kiri," kata dia.
Soni menguraikan, perbaikan jembatan nantinya hanya dilakukan pada plat dan rangka jembatan. Sementara, untuk pondasi dan pilarnya akan tetap sama.
"Perbaikan Jembatan Muharto sifatnya urgent. Kami telah meminta bantuan kepada Kementrian PUPR untuk membuat rangka jembatan yang terbuat dari baja," urai dia.
Pria yang juga menjadi Plt Kepala Disperkim itu menambahkan, pembangunan Jembatan Muharto konsepnya akan sama dengan jembatan di Jalan Soekarno-Hatta.
“Kalau pakai APBD terlalu lama, karena harus ada perencanaan dan penganggaran. Ini sifatnya urgent. Oleh karena itu, sesuai instruksi dari Wali Kota, Kabid Bina Marga kami telah pergi ke Bandung ke pusat pengembangan jalan dan jembatan untuk meminta bantuan,” tegas dia.
Soni mengatakan, selain di Jembatan Muharto, pihaknya juga akan melakukan pengecekan di jembatan-jembatan lain yang ada di Kota Malang. Terutama untuk jembatan-jembatan yang sudah tua.
Untuk mendukung perbaikan jembatan tersebut, beberapa hari lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah memasang rambu dan road barrier untuk rekayasa arus laku lintas. Hal tersebut dilakukan agar jembatan tidak dilewati kendaraan berat yang membawa muatan lebih dari tiga ton. Nantinya, rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan hingga perbaikan jembatan selesai dilakukan.(tea/jon)



Loading...