Jembatan Ambrol di Taiwan, Dua Orang WNI Tewas | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 645 , aim, net

TAIPEI – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden ambruknya jembatan di Kota Nanfang’ao, Yilan, Taiwan pada Selasa.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari Kamar Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei, diketahui terdapat tujuh WNI yang menjadi korban dalam insiden itu. Empat WNI mengalami luka-luka sementara dua dari tiga WNI yang sebelumnya hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Seorang WNI lainnya masih belum ditemukan.
 “Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yang hilang. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Kedua jenazah telah dievakuasi ke RS Veteran di Yilan. Otoritas Taiwan masih terus mencari seorang WNI yang masih hilang,” demikian keterangan dari Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI yang diterima media, Rabu (2/10) kemarin.
Semua korban, baik yang meninggal mau pun terluka adalah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan milik Taiwan. KDEI Taipei berkoordinasi dengan Kemlu RI akan mengurus repatriasi jenazah dan hak-hak ketenagakerjaan para korban WNI.
Empat jasad dievakuasi dari reruntuhan jembatan yang ambrol di Taiwan. Dua orang lainnya dilaporkan masih hilang setelah reruntuhan jembatan menimpa kapal nelayan yang berlabuh di bawahnya.
Seperti dilansir AFP, Rabu (2/10) Badan Pemadam Kebakaran Nasional menyatakan dua jasad korban dievakuasi dari dalam air, tepatnya di dekat kapal yang tertimpa reruntuhan jembatan yang ambrol di wilayah Nanfangao, pantai timur Taiwan, pada Selasa (1/10) pagi waktu setempat.
Dua jasad lainnya ditemukan di dekat sebuah kapal yang rusak parah setelah ditarik keluar dari reruntuhan jembatan.
"Misi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut," tegas Menteri Transportasi Taiwan, Lin Chia-lung, kepada wartawan setempat.
Ditambahkan Lin bahwa bukti-bukti masih dikumpulkan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini.  Rekaman CCTV yang dramatis menunjukkan momen saat jembatan jenis single-arch sepanjang 140 meter ini ambrol dan terbenam ke dalam air. Dalam rekaman video, terlihat kabel vertikal yang ada di bagian tengah lengkungan baja pada jembatan itu, tiba-tiba putus. Ruas jalanan yang ada di jembatan itu kemudian runtuh ke dalam air. Reruntuhan itu menimpa tiga kapal nelayan yang berlabuh di bawahnya. Sebuah truk tangki bensin yang melintas di atas jembatan, turut terjatuh ke dalam air. Truk tangki bensin itu sempat terbakar setelah masuk ke dalam air, hingga memicu kepulan asap pekat ke udara.
Sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Mereka terdiri atas enam warga Filipina dan tiga warga Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal nelayan tersebut, satu warga Taiwan yang merupakan sopir truk tangki bensin dan dua personel patroli pantai setempat. (oke/dtc/aim)



Loading...