MalangPost - Jebol Teralis Atap, Empat Tahanan Kerjai Kapolres Baru

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Jebol Teralis Atap, Empat Tahanan Kerjai Kapolres Baru

Selasa, 10 Des 2019, Dibaca : 5322 Kali

MALANG – Belum genap dua minggu menjabat, Kapolresta Malang AKBP Leonardus Simarmata sudah dikerjai tahanan. Ya, empat tahanan Polresta Malang Kota kabur dari sel, Senin (9/12) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Aksi ini tentu mencoreng citra Kapolresta yang akrab disapa Leo itu.
Ya, empat tahanan itu memakai gergaji untuk membobol teralis atap ruang jemuran tahanan. Lalu kabur ke luar tembok belakang Polresta Makota Jalan JA Suprapto, Klojen Kota Malang.
Empat orang tersebut adalah Sokip Yulianto, Nur Cholis, Bayu Prasetyo dan Andria alias Ian. Belum diketahui domisili dari para empat tahanan tersebut. Mereka merupakan tersangka kasus narkoba yang sedang menunggu proses peradilan.
Empat orang ini, memakai sebuah gergaji untuk merusak teralis atap jemuran tahanan. Ruang tahanan mereka, satu gedung dengan Sat Tahti Polresta Makota dan gedung pertemuan Rupatama.
Ruang tahanan dan Sat Tahti ada di lantai satu, sementara gedung pertemuan hall Rupatama ada di lantai dua. Atap ruang tahanan, adalah beton cor lantai ruang hall Rupatama. Namun, di sisi samping ruang tahanan, ada satu ruangan untuk jemuran baju tahanan. Ada sedikit ruang di atas ruangan untuk sinar matahari masuk.
Ruangan jemuran ini, dibatasi dengan teralis besi. Para pelaku menggergaji teralis di atap ini, lalu mereka membengkokkan besi agar bisa masuk seukuran tubuh orang, dan keluar dari lubang itu. Untuk keluar dari lubang ini, mereka menyambung kain selimut menjadi seperti tali.
Kain tersebut menjadi alat para tersangka untuk menaiki dinding ruang jemuran tahanan. Setelah keluar dari lubang tersebut, empat orang ini melarikan diri keluar tembok Polresta Malang Kota.
Kapolresta Makota, AKBP Leonardus Simarmata membenarkan tentang adanya empat tahanan melarikan diri dari sel tersebut.
“Mereka tahanan kasus narkoba,” ungkap Leonardus kepada wartawan di ruang lobi Mapolresta Malang Kota, Senin siang.
Polisi masih melakukan penyelidikan, apakah mereka menaiki area di sekitar ruang kantor Bhayangkari untuk lari ke sungai di belakang Polresta Makota.
Atau, menyelinap ke sekolah SMP Frateran yang ada di sebelah utara kantor polisi tersebut, dengan cara menaiki kerangkeng ruang barang bukti sitaan hasil kejahatan, yang ada di depan ruang hall Rupatama. Pasca kejadian ini, Polresta Makota langsung melakukan aksi cepat menyebar informasi para pelaku ke Polsek-Polsek jajaran.
Mereka berempat, ditetapkan sebagai DPO dan sedang diburu habis-habisan oleh para petugas polisi. Menurut Leo, empat tersangka ini baru dua minggu berada di tahanan Polresta Makota.
“Mereka baru setengah bulan, dan bukan satu jaringan narkoba. Mereka ditangkap berbeda kasus dan bukan satu jaringan,” ujar mantan Kapolres Batu itu.
Leo menyebut, potensi hukuman terhadap mereka antara 8 - 10 tahun. Namun, mereka masih dalam proses penyidikan dan berkasnya belum P-21. Mereka belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Malang untuk didakwa. Apakah para tersangka ini ketakutan didakwa dengan hukuman panjang sehingga nekat melarikan diri, Leo belum bisa memberi keterangan tambahan.
Pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Serta, menginterogasi seluruh penghuni sel tahanan Polresta Malang Kota. Termasuk, melakukan penelitian terhadap rekaman CCTV Polresta Makota dan sel tahanan untuk melihat bagaimana kronologi versi rekaman video. Dia meminta dukungan masyarakat, agar segera melapor apabila mendapati ada orang mencurigakan di sekitarnya.(fin/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Fino