Jebol Anduk Dispenduk Capil Berhasil Rekam 2,1 Juta e-KTP | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 723 , udi, ira

MALANG – Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menyelesaikan adiministrasi kependudukan warga. Salah satunya dengan menggelar Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan). Program yang dijalankan sejak akhir 2017 ini betul-betul memberikan dampak positif terkait penyelesaian administrasi kependudukan.
”Seperti namanya Jemput Bola. Kami memberikan layanan langsung ke desa-desa. Ini untuk memudahkan warga menyelesaikan administrasi kependudukan,’’ kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, Dr Sri Meicharini.
Kepada Malang Post, Sri menyebutkan jika dari kegiatan Jebol Anduk ini Pemerintah Kabupaten Malang berhasil surplus untuk penanganan masalah e-KTP. Dia menyebutkan, jika target dari pemerintah pusat, Kabupaten Malang wajib menyelesaikan 1,9 juta e-KTP. Namun sampai Jumat (4/10), Kabupaten Malang telah berhasil menyelesaian 2,1 juta lebih e-KTP.
”Itu belum dengan layanan adminduk (administrasi kependudukan) lainnya. Seperti akta kelahiran, KK dan lainnya,’’ tambah Rini, sapaan akrab Sri Meicharini.
Wanita yang juga dosen di UNS ini mengatakan, sampai saat ini untuk akte kelahiran pihaknya sudah mencapai 97 persen. ”Salah satu faktor keberhasilan kami untuk menyelesaikan e-KTP, selain layanan di kantor Dispenduk Capil juga dari kegiatan Jebol Anduk,’’ ujarnya.
Di Kantor Dispenduk Capil setiap hari rata-rata warga mengurus e-KTP sekitar 300 orang. Rini menyebutkan, kegiatan Jebol Anduk digelar secara bergiliran, dan dilakukan sangat serius. Keseriusan itu dibuktikan dengan membuat jadwal kegiatan selama satu tahun.
Selain itu, sebelum kegiatan Jebol Anduk digelar, pihaknya melakukan sosialisasi di masing-masing kecamatan. Salah satunya sosialisasi dilakukan di Kecamatan Pakis, Rabu (2/10) lalu. Dimana tim dari Dispenduk Capil mensosialisasikan kegiatan tersebut kepada seluruh Kepala Desa di Pakis. Dalam penjelasannya, tim dari Dispenduk Capil meminta kepala desa menyambungkan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus memberitahukan beragam persyaratan yang harus di bawa saat Jebol Anduk.
Rini menyebutkan, sekalipun melakukan jemput bola, atau datang langsung ke masyarakat, tapi masing-masing warga harus melengkapi syarat administrasi kependudukan yang dipersyaratkan. ”Salah satu contohnya, perubahan alamat e-KTP. Syarartnya pemohon wajib menunjukkan surat pindah dari tempat tinggal asal. Dari situ kemudian dapat di proses,’’ tambahnya.
Kendati dilakukan sesuai jadwal, Rini tidak menampik pihaknya beberapa kali harus membuat jadwal tambahan. Jadwal tambahan dibuat setelah ada permintaan. ”Bulan ini selain Pakis juga akan digelar di Wajak.  Beberapa waktu lalu ada surat dari Camat, yang meminta adanya Jebol Anduk disana,’’ tuturnya.
Rini menjelaskan, Camat membuat surat pernyataan Jebol Anduk, karena ada warga miskin tidak bisa mendapatkan bantuan, lantaran belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Jumlah warga yang tidak memiliki NIK cukup banyak, yaitu 260 orang. ”Sekarang sedang disiapkan semuanya. Saat sudah jadwalnya, kami berangkat disana,’’ tandas mantan Kepala BPKAD, Kabupaten Malang ini. (ira/udi)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...