Jawa Timur Park Group Tutup Sementara 20 Maret

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Jawa Timur Park Group Tutup Sementara 20 Maret

Selasa, 17 Mar 2020, Dibaca : 1887 Kali

Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park (JTP) Group Titik S Ariyanto mengatakan pihaknya tidak bisa serta merta menutup tempat hiburan yang ada di JTP Group.  Pasalnya ada banyak alasan bagi pihak internal untuk tutup tanggal 20 Maret mendatang.
"Kami sudah melakukan rapat internal. Hasilnya kami tidak bisa menutup tempat wisata mulai besok. Tapi mulai 20 Maret dan saya sudah infokan ini ke Disparta," terang Titik.


Menurut Titik, ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Misalnya JTP Group harus menghidupi 5.000 karyawan dan rekanan. Jumlah tersebut adalah karyawan internal. Bulum lagi eksternal seperti sepeti jasa wisata, transportasi yang telah memesan hotel dan resto.
"Jadi kami minta waktu sampai 20 Maret. Alasannya jelas, ada 5000 kepala yang harus dihidupi. Kita tak bisa langsung karena secara psikologi, keuangan, perawatan lainnya harus berjalan sementara waktu. Yang jelas kami pasti ikuti dengan tutup 20 Maret sampai 20 April," paparnya.


Kebijakan tersebut diambilnya karena JTP Group ingin pihak internal solid. Dengan artian telah dilakukan penanganan dan tindakan preventif bagi pihak internal. Misalnya karyawan termasuk makhluk hidup yang ada di JTP harus diperhatikan dan benar-benar terhindar dari covid-19.
Bahkan pihaknya bisa meliburkan lebih lama lagi para karyawan nantinya. Dengan mengacu situasi kondisi bencana nasional non alam yang tengah menimpa seluruh dunia.

  "Jadi kami tegaskan sekali lagi. Kami (internal,red) masih operasional. Melihat kebijakan dari pemkot dan nasional, kami pastikan kalau tidak akan ada wisatawan yang berkunjung,” katanya. “Sedangkan untuk pekerja, kami minta surat dasar ke Dinas Tenaga Kerja terkait masalah ini. Agar karyawan tidak sensitif menanggapi hal ini dan tidak terjadi konflik dengan serikat pekerja ke depannya," kata Titik.


Sementara tempat rekreasu Selecta, diungkap oleh Manager PT Selecta, Sujud Hariadi bahwa pihaknya langsung menerapkan kebijakan tersebut. "Kami berlakukan aturan pemerintah. Namun bagi karyawan tetap bekerja seperti biasa, khususnya bagi karyawah usia di bawah 50 tahun dengan bersih-bersih dan perawatan. Sedangkan karyawan usia 50 tahun kami sarankan kerja dari rumah," paparnya.  

 

Wisata Kabupaten Malang Tetap Buka
Pemkab Malang berbeda sendiri di Malang Raya. Sampai kemarin siang  belum ada kebijakan meliburkan tempat hiburan, kafe dan wisata. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Dr Purnadi.
“Belum, kami belum menerima adanya intruksi penutupan tempat hiburan, kafe maupun tempat wisata. Sehingga sampai hari ini, tempat wisata dan lainnya itu tetap beroperasional,’’ katanya.


Purnadi mengatakan, untuk jumlah tempat hiburan dan kafe  di Kabupaten Malang memang tidak sebanyak di tempat lain. Di Kabupaten Malang, tempat hiburan dan kafe banyak di wilayah Kepanjen.
“Kalau jumlah totalnya saya lupa. Tapi tidak sebanyak di Kota Malang,’’ ungkapnya.

Namun demikian, Purnadi akan terus melakukan pemantauan. Jika memang ada larangan, maka akan membuat surat edaran  kepada pengelola masing-masing tempat usaha.
Masih operasionalnya sejumlah tempat wisata di Kabupaten Malang dibenarkan  Direktur Utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan. Kepada Malang Post, dia mengatakan seluruh destinasi wisata yang dikelola PD Jasa Yasa tetap buka. “Belum ada perintah menutup. Baik Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, Taman Metro Water Park, semuanya masih buka,’’ kanya.


Menurut Wildan, warga tak perlu panik dengan virus corona. Selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, warga juga harus menjaga kondisi tubuh. “Karena kalau tubuhnya sehat, virus dipastikan tidak akan masuk. Edukasi inilah yang terus kami sampaikan kepada masyarakat,’’ tandasnya. (ica/eri/ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi